Senin, 15 Oktober 2018

Spanduk Black Campaign di Surabaya Sudah Diturunkan

Sabtu, 11 Agustus 2018 07:35:04 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Spanduk Black Campaign di Surabaya Sudah Diturunkan

Surabaya (beritajatim.com) - Spanduk black campaign Pilpres 2019 yang sebelumnya menghiasi Kota Surabaya pada hari Jumat (10/8/2018) kemarin kini sudah diturunkan. Pantauan beritajatim.com pada hari Sabtu (11/8/2018) spanduk itu tidak lagi tampak di salah satu JPO di Jalan Raya Darmo.

Kemungkinan besar, spanduk itu telah ditindak dan diturunkan oleh Satpol PP Kota Surabaya. Pasalnya, ketika dikonfirmasi kemarin, Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widiyanto memastikan jika jajarannya akan langsung bergerak cepat terkait masalah itu. "Coba kita cek," kata Irvan melalui layanan pesan singkat.

Sebelumnya, Di salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Jalan Raya Darmo-Surabaya, spanduk black campaign yang menyerang tagar #2019GantiPresiden mulai muncul pada hari Jumat (10/8/2018).

Dalam spanduk berlatar belakang hitam itu tertulis, "Waspadalah !! Casingnya Ganti Presiden Di Dalamnya Rubah Pancasila Ganti Khilafah"

Meski demikian, belum jelas siapa dalang dibaling spanduk yang bisa dipastikan menyerang koalisi pimpinan Partai Gerindra itu. Kapan tepatnya spanduk itu dipasang pun juga tidak diketahui.

Hal itu pun langsung direspon oleh Partai Gerindra. Maklum saja, isi spanduk black campaign itu memang menyudutkan koalisi yang dipimpin partai besutan Prabowo Subianto itu.

Anwar Sadad selaku Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur menganggap bahwa pihak tidak bertanggung jawab dibalik spanduk itu justru tidak memahami islam dengan baik. "Mereka phobia kepada Islam. Dikiranya setiap yang berbau Islam, dan yang dekat dengan Islam berarti pro Khilafah," katanya.

"Bacalah sejarah kelahiran Negara Republik Indonesia. Indonesia ini adalah rumusan final yang lahir dari kebesaran hati tokoh-tokoh umat Islam dan tokoh-tokoh nasional. Islam dan Nasionalisme lebur dalam Indonesia. Inilah konsepsi founding fathers kita," lanjut Sadad.

Lebih lanjut, pria yang juga anggota DPRD Jatim ini juga menganggap jika pasangan Prabowo-Sandi yang sudah secara resmi diusung oleh Partai Gerindra-PKS-PAN-Demokrat adalah pasangan yang sangat mencerminkan Indonesia. "Prabowo-Sandi 100 persen NKRI, Merah Putih, Indonesia Raya, Bhinneka Tunggal Ika," tegas Sadad. [ifw/kun]

Komentar

?>