Rabu, 22 Agustus 2018

Kiai Kampung Siap Dukung Calon Presiden 2019, Ini Syaratnya

Rabu, 08 Agustus 2018 19:22:00 WIB
Reporter : Misti P.
Kiai Kampung Siap Dukung Calon Presiden 2019, Ini Syaratnya

Mojokerto (beritajatim.com) - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Darus Sa'adah Kota Surabaya, KH Abidin Abdul Tawwab mewakili pengasuh ponpes dan kiai kampung menyatakan, Nadhatul Ulama (NU) adalah keagamaan, organisasi dan kemasyarakatan bukan terlibat di politik praktis. Sehingga dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, kiai kampung akan mendukung siapapun.

Dukungan itu dengan syarat tidak membawa NU sebagai kuda tunggangan untuk kepentingan sesaat. Hal tersebut ditegaskan usai pengasuh ponpes pesantren NU dan gerakan kiai kampung Jawa Timur menyatakan sikap di Ponpes Darul Taqwa Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

"Kami peduli terhadap masyarakat bangsa Indonesia, bagaimanapun juga capres dan cawapres itu sejalan. Oleh karena itu masukan ini agar diterima, jangan mencari orang yang ambisi mencari kekuasaan. Karena di ajaran pesantren, jika orang yang ambisi mencari kekuasaan dipilih, tidak akan mendapat pertolongan Allah," ungkapnya, Rabu (8/8/2018).

Masih kata KH Abidin, pengasuh ponpes dan kiai kampung juga meminta agar tidak membawa orang yang menggunakan NU sebagai kuda tunggangan. Karena NU adalah keagamaan, organisasi dan kemasyarakatan bukan terlibat dalam politik praktis. Namun lebih dari itu, secara makro NU mempunyai dasar politik kebangsaan bukan politik kekuasaan.

"Saya mohon orang yang menarik menggunakan NU sebagai tunggangan, Pak Jokowi jangan dipilih karena tidak akan dapat simpati dari warga NU. Saya tidak menunjuk siapapun, saya tetap akan menghormati kader NU di partai apapun, syaratnya tidak membawa NU sebagai kuda tunggangan untuk kepentingan sesaat," katanya.

Untuk itu, lanjut KH Abidin, kiai kampung siap mensosialisasikan dan memantau perjalanan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (capres dan cawapres) siapapun. Tujuannya agar umat tidak salah memilih capres dan cawapres pada Pilpres 2019 mendatang. Menurutnya, untuk sementara pengasuh ponpes dan kiai kampung belum mendukung salah satu nama.

"Belum tapi kinerja Jokowi sesuai surat pernyataan tadi, kami tetap mendukung Jokowi capres dan cawapresnya diserahkan kepada kebijakan Jokowi. Jokowi saya yakin punya pertimbangan untuk memilih cawapres. Cawapres sepertinya belum dikantongi mungkin menunggu injury time baru akan diumumkan," ujarnya.

Menurutnya, calon yang tidak ambisi, rekam jejak bersih, tidak punya beban masalah menjadi syarat yang akan dipilih pengasuh ponpes dan kiai kampung. Hal tersebut merupakan hak preogratif Jokowi dan pengasuh ponpes dan kiai kampung tidak boleh interpensi. Menurutnya hal tersebut secara global dan universal.

"Jangan memancing untuk menunjuk salah satu nama, itu secara global dan universal saya sampaikan. Mungkin mencuat survei inisial M tapi yang inisial M banyak kok. Saya yakin menyeluruh, ada yang diam tidak bergerak, ada yang bergerak seperti kami. Ini menjadi kewajiban kiai kampung untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat kampung," jelasnya.

KH Abidin menambahkan, NU patuh pada keputusan muktamar yakni terhadap pemerintahan yang sah dan dipilih oleh rakyat. Menurutnya NU haram hukumnya jika menyalahi keputusan dan kesepakatan karena, tegas KH Abidin, orang Islam tergantung pada kesepakatan dan tidak boleh menghindari kesepakatan.

"Jangankan Pilpres, Pilgub kemarin saja banyak yang menyeret elite struktur NU. Tidak hanya Jokowi, yang menjadi pemimpin yang dipilih oleh rakyat, NU akan tetap akan mengawal. Kita mendukung karena kinerjanya baik dan kami akan tetap memonitir dan sosialisasi sebagai pembelajaran politik ke masyarakat. Ini sudah cukup, dengan mass media saya yakin sudah sampai," pungkasnya.

Dalam pernyataan sikap tersebut dihadiri para alim ulama dan 21 pengasuh ponpes di Jawa Timur. Di antaranya dari Mojokerto, Jombang, Kediri, Sumenep, Sampang, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban. Ada tujuh kesepakatan yang dihasilkan dalam mengamati dinamika politik jelang Pileg dan Pilpres 2019. [tin/but]

Tag : pilpres 2019

Komentar