Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Terkait Cawapres Jokowi, Ini Sikap Pengasuh Ponpes dan Kiai Kampung Jatim

Rabu, 08 Agustus 2018 17:54:04 WIB
Reporter : Misti P.
Terkait Cawapres Jokowi, Ini Sikap Pengasuh Ponpes dan Kiai Kampung Jatim

Mojokerto (beritajatim.com) - Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, pengasuh pondok pesantren (ponpes) Nahdlatul Ulama (NU) dan gerakan kiai kampung Jawa Timur menyatakan sikap. Ada tujuh pernyataan sikap yang dideklarasikan di Ponpes Darul Taqwa Dusun Glatik, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Acara ini dihadiri para alim ulama dan 21 pengasuh ponpes di Jawa Timur. Di antaranya Mojokerto, Jombang, Kediri, Sumenep, Sampang, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bojonegoro, Lamongan, Gresik dan Tuban.

Berikut pernyataan sikap pengasuh ponpes dan kiai kampung :

1. Bahwa sesuai tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama' yang dipelopori oleh Hadratussyaikh KH. Hasjim Asj'ari dan Ulama'-Uiama terdahuiu hakekatnya adalah sebagai Jam'iyyah Diniyah Ijtima'iyah (Organisasi sosial Keagamaan) yang konsen menjaga ajaran Islam Ahlussunnah WaI-Jama’ah An-Nahdliyah di Indonesia sekaligus merawat semangat ke Indonesia-an.

2. Bahwa secara intitusional Jam'iyyah Nahdlatul Ulama' bukan partai politik, sehingga tidak patutlah apabila struktural Nahdlatul Ulama' di semua tingkatan menjadi corong dari partai politik manapun dalam meraih kepentingan kelompok yang bersifat sesaat, karena Nahdlatul Ulama'secarainstitusi seharusnyalebih mengutamakan peran sebagai penjaga dinamisasi politik kebangsaan (bukan partisan).

3. Bahwa seyogyanya struktural kepengurusan NU di semua tingkatan berperilaku arif dan bijaksana dalam merespon dinamika politik yang terjadi di internal warga NU dan masyarakat dengan mengedepankan semangat adil, tawassuth, tasammuh, i’tidal sejalan dengan Mabadi’ Khoiru Ummah yang menjadi pedoman warga Nahdlatul Ulama’.

4. Bahwa hakekatnya Nahdlatul Ulama' juga menjadi “Rumah Besar” bagi semua warga NU yang beraneka ragam pilihan politiknya sebagai bagian hak pribadi yang harus dihargai. sehingga tidak ada kesan keberpihakan dan diskriminasi diantara kelompok satu dan lainnya yang dilakukan oleh elit struktural kepengurusan NU di semua tingkatan.

5. Bahwa warga NU akan selalu taat pada pemerintah yang sah dan apabila melakukan amar ma'ruf nahi munkar ddfan mengkritisi kebijakan pemerintah selalu dalam koridor kritik yang santun. konstruktif. obyektif dan ,memberikan aitematif solusi.

Oleh karenanya warga NU yang menjadi bagian tak terpisahkan dan' bangsa indonesia akan selalu siap menjaga kehormatan para pemimpin bangsa terutama Presiden Ir. H. Joko Widodo sebagai Kepala Pemerintahan sekaligus Kepala Negara dari tekanan politik pihak manapun yang akan merugikan kepentingan bangsa dan negara.

Temasuk memberikan kebebasan kepada Presiden Ir. H. Joko Widodo dalam menentukan Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pilpres 2019 yang memiliki integritas dan moralitas tinggi serta tidak membawa BEBAN MASA LALU demi kepentingan warga NU khususnya dan Bangsa indonesia pada umumnya.

6. Mengimbau menyerukan kepada semua pihak dalam hal ini elit-elit politik negeri ini dan struktural kepengurusan NU di semua tingkatan agar menghentikan akrobat-akrobat politik yang merugikan kepentingan dasar warga Nahdlatul Ulama' sebagai bagian tak terpisahkan dari warga Negara Indonesia.

7. Mengajak kepada seluruh warga NU untuk selalu berperan aktif mengembangkan kehidupan demokrasi yang beradab, selalu mengedepankan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. [tin/but]

Tag : pilpres 2019

Komentar

?>