Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Bantuan Non Tunai di Bojonegoro Disalurkan Lewat Kartu Elektronik

Sabtu, 21 Juli 2018 01:09:01 WIB
Reporter : Tulus Adarrma

Bojonegoro (beritajatim.com) - Bantuan Pangan Non-tunai (BPNT) untuk warga miskin di Kabupaten Bojonegoro akan diberikan Dinas Sosial (Dinsos) menggunakan kartu gesek atau akun elektronik yang difasilitasi BNI.

Kepada Dinsos Pemkab Bojonegoro, Helmy Elisabeth menjelaskan, Presiden memberikan arahan agar bantuan sosial bersubsidi disalurkan secara nontunai. Hal itu dalam rangka meningkatkan efektivitas dan ketepatan sasaran penyaluran serta mendorong keuangan inklusif.

"Bantuan nontunai disalurkan dengan menggunakan sistem perbankan agar lebih aman dan efektif. Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari," kata Helmy, Jumat (20/7/2018).

Total ada 121.462 Kepala Keluarga (KK) kurang mampu di Bojonegoro yang menjadi penerima BPNT. Namun baru 109.827 KK yang telah menerima kartu gesek. Sedangkan sisanya masih gagal saat proses buka rekening. "Proses BPNT ada di pusat. Dinsos hanya memfasilitasi saja," jelasnya.

Penerima bantuan pengganti Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra) ini setiap bulan akan menerima transfer dari Kementrian Sosial (Kemensos). Yakni, per tanggal 25 sebesar Rp110 ribu setiap KK.

"Penyalurannya langsung melalui BNI. Untuk informasi yang kami terima, sekarang ini sudah mulai proses," tutur Helmy.

Sekedar informasi, BPNT merupakan bantuan pangan dari pemerintah yang diberikan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) tiap bulan. Cara penyaluranya melalui mekanisme akun elektronik yang hanya digunakan untuk membeli pangan.

Proses penyalurannya bekerja sama dengan Himpunan Bank Negara (Himbara). Di antaranya BTN, BNI, BRI dan Bank Mandiri. Bantuan tersebut bertujuan untuk mengurangi beban pengeluaran serta memberikan nutrisi yang lebih seimbang kepada KPM secara tepat sasaran dan tepat waktu.

BPNT adalah instruksi Presiden Joko Widodo agar penyaluran beras sejahtera (rastra) diganti dengan menggunakan kartu yang akan diberikan langsung kepada keluarga penerima manfaat. [lus/suf]

Berita Terkait

    Komentar

    ?>