Senin, 20 Agustus 2018

Kini Era The Power of Emak-emak

Kamis, 19 Juli 2018 13:44:11 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Kini Era The Power of Emak-emak

Surabaya (beritajatim.com)- Peran perempuan yang sebelumnya hanya ada di balik layar, saat ini sudah beralih ke garis depan kancah politik hingga di level nasional.

Perempuan yang semula hanya merupakan unsur pendukung, saat ini justru menjadi aktor utama dalam kegiatan berbangsa dan bernegara.

Kebangkitan para perempuan dalam bidang politik di era milenial l ini cukup fenomenal dan mewarnai jalannya roda pemerintahan. Bila meminjam istilah gaul anak muda saat ini kebangkitan itu disebut "The Power of Emak-Emak".

Direktur The Initiative Institute Airlangga Pribadi Kusman menilai jika peran para perempuan saat ini sangat signifikan.

Kaum yang awalnya hanya subordinat atau unsur pendukung, kini justru menjadi peran utama sebagai pengambil kebijakan di pemerintahan.

"Istilah kekiniannya The Power of Emak-Emak. Ini bukan sekadar emansipasi perempuan tapi kebangkitan perempuan, " tutur Airlangga dalam dialog bertema "Kepemimpinan Srikandi-Srikandi dalam Panggung Politik" di FISIP Unair, Kamis (19/7/2018).

Airlangga membeberkan bahwa The Initiative Institute melihat jika saat ini ada lima tokoh perempuan yang kiprahnya sangat mewarnai dalam kehidupan bermasyarakat. Kiprah mereka juga selalu menyedot perhatian dan menjadi konsumsi berita publik.

"Mereka itu adalah, Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan) serta Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jatim terpilih)," jelasnya.

"Figur ini sudah terbukti kapabilitas dan pengaruhnya dalam dunia politik. Namun Khofifah punya nilai plus, karena memiliki basis massa," imbuh pria yang juga dosen FISIP Unair itu.

Pada kesempatan yang sama, Dwi Astuti selaku akademisi asal Universitas Sunan Giri (Unsuri) Surabaya turut menjelaskan bahwa kebangkitan perempuan sangat terasa pada Pilkada 2018.

"Terbukti dari 18 Pilkada di Jatim plus Pilgub, ada tujuh perempuan yang terpilih menjadi kepala daerah. Satu di antaranya Khofifah Indar Parawansa yang terpilih menjadi Gubernur Jatim periode 2019-2024," jelas Dwi.

Mayoritas perempuan yang terpilih sebagai kepala daerah, menurut Dwi, terpampang nyata berasal dari ormas Muslimat NU.

"Jumlah itu akan bertambah bila dihitung kader Muslimat NU yang terpilih pada Pilkada 2015. Karena itu, bisa disimpulkan kebangkitan perempuan berdampak positif pada kebangkitan Muslimat NU. Hal itu tak lepas dari peran Muslimat NU sebagai ormas perempuan berbasis NU yang concern pada kegiatan pemberdayaan perempuan," tegasnya.

"Kebangkitan perempuan dalam kancah politik di Jawa Timur juga merupakan kebangkitan Muslimat NU, yang tak lepas dari Khofifah Effect," pungkas politisi perempuan NU ini.[ifw/air]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>