Minggu, 16 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Usai Pendaftaran Caleg, Parpol Gerindra Gresik Kisruh

Rabu, 18 Juli 2018 18:31:24 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Usai Pendaftaran Caleg, Parpol Gerindra Gresik Kisruh

Gresik (beritajatim.com) - Usai pendaftaran calon legislatif (caleg), parpol Gerindra Gresik kisruh. Kekisruhan ini disebabkan karena ada salah satu kader yang juga Ketua Fraksi Gerindra DPRD Gresik, Abdullah Syafii melompat menjadi menjadi bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Nasdem dalam Pemilu 2019 nanti.

"Berdasarkan hasil rapat internal fraksi, maka disepakati Abdullah Munir yang ditunjuk sebagai ketua fraksi,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Gresik, dr Asluchul Alif Maslichan, kepada wartawan, Rabu (18/07/2018).

Alasan pencopotan itu, sebab berdasarkan mekanisme atau prosedur di DPRD Gresik bahwa ketua fraksi ditunjuk oleh anggota dalam rapat internal fraksi. Selanjutnya, keputusan rapat tersebut dikirim ke DPC Partai Gerindra Gresik untuk ditindaklanjuti dengan mengirim surat ke pimpinan DPRD Gresik melalui fraksi terkait pergantian ketua fraksi tersebut.

"Sangat tidak lucu, kalau F-Gerindra dipimpin oleh anggota dewan yang menjadi bacaleg parpol lain," tegas Alif.

Selain jabatan sebagai ketua fraksi di lorot, DPC Partai Gerindra Gresik sedang mengirim surat pengajuan ke DPP Partai Demokrat untuk pergantian antar waktu (PAW) terhadap Abdullah Syafi’i.

"Setelah dia Abdullah Syafi’i mendaftar sebagai bacaleg parpol lain di Pileg 2019. Kami langsung berkirim surat pengajuan PAW ke DPP," ujar Alif.

Ia menambahkan, usai rapat internal di Fraksi Gerindra DPRD Gresik. Abdullah Syafi’i bukan kader atau anggota Partai Gerindra. Sebab, persyaratan mendaftar sebagai bacaleg harus mengantongi kartu tanda anggota (KTA) parpol tersebut. Sesuai AD/ART Partai Gerindra, sambung dr Asluchul Alif Maslichan, KTA sebagai anggota Partai Gerindra tidak berlaku.

"Jangan cuma mempertanyakan atau mempersoalkan AD/ART Partai Gerindra. Sebab, hanya kader dan anggota Partai Gerindra yang memiliki hak untuk itu," tegasnya.

Menanggapi pencopotan ini, Abdullah Syafi’i mencak-mencak dengan pencopotannya sebagai ketua F-Gerindra DPRD Gresik. Alasannya, dia tak diundang dalam rapat tersebut. Selain itu, pencopotannya dituding tak sah.

"Karena saya menjadi Ketua F-Gerindra berdasarkan SK DPP. Makanya, pergantiannya juga harus ada SK DPP. Kalau selama prosedural, saya akan ikuti aturan," paparnya.

Masih menurut Abdullah Syafii terkait dengan semua itu, dirinya secara tegas akan melawan. Pasalnya, mengacu PKPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang pencalonan anggota DPR dan DPRD serta UU No 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dimana, anggota DPRD dinyatakan berhenti karena tiga hal, yakni meninggal, mengundurkan diri dan PAW.

"Saya dinyatakan berhenti setelah mengundurkan diri. Sampai saat ini,  saya belum mengundurkan diri," tandasnya. [dny/but]

Tag : gerindra

Komentar

?>