Minggu, 22 Juli 2018

Difitnah dalam Kasus Penggelapan BPKB, ASN Pemkot Kediri Lapor Polda Jatim

Jum'at, 13 Juli 2018 10:25:10 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Difitnah dalam Kasus Penggelapan BPKB, ASN Pemkot Kediri Lapor Polda Jatim

Kediri (beritajatim.com) - Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kediri Yudi Hertanto (38) melaporkan TB, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kn Kediri ke Polda Jawa Timur. Yudi merasa difitnah oleh terlapor dalam kasus dugaan penggelapan BPKB kendaraan roda empat.

Moh. Rofian SH, selaku kuasa hukum Yudi Hertanto membeberkan, awalnya pada 2 Februari 2018 lalu kliennya dilaporkan olej TB ke Polsek Semen dalam kasus dugaan penggelapan BPKB. Buntutnya, pada Februari 2018 lalu, dia harus berurusan dengan hukum.

Keesokana Harinya, pada 10 Februari 2018 Yudi langsung dilakukan penahanan hingga 19 hari di Polsek Semen. Lantas, Pada 27 Februari 2018 kasus tersebut dilakukan gelar perkara di Polda jatim. Hasilnya, kepolisian menyatakan bahwa kasus tersebut tidak mempunyai bukti kuat untuk dilakukan pidana.

“Tepat pada 19 Maret 2018 akhirnya Polsek Semen mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3), No : SP.Henti sidik/016/III/2018/ Polsek Semen. Dan sejak itulah Yudi akhirnya dibebaskan,” ujar pengacara muda tersebut, Jumat (13/7/2018).

SP3 ini dijadikan sebagai salah satu bukti, bahwa pelaporan yang dilakukan oleh TB tidak berdasar. Dalam kasus tersebut menurutnya juga cacat substansi, yakni yang seharusnya kasus tersebut masuk ranah perdata malah dilaporkan pidana.

Masih kata Rofian, semula Yudi ingin meminjam uang kepada TB. Karena TB tidak mempunyai uang akhirnya TB meminjamkan BPKB mobil miliknya untuk bisa dicarikan pinjaman di bank. Pinjaman tersebut juga sudah diketahui oleh TB, akan tetapi kenyataanya Yudi malah dilporkan pidana.

Hal senada diungkapkan Yudi, Menurutnya saat itu ia meminjam uang ke TB tapi karena tidak ada, maka diberikan BPKB secara sukarela. Tetapi ternyata kemudian dilaporkan ke polisi. “Pinjaman BPKB itu atas dasar sukarela tanpa paksaan," ungkapnya polos.

Karena telah merasa dikriminalisasi dan juga difitnah, Yudi  dengan didampingi kuasa hukumnya, Kamis (12/7/2018) sore melaporkan TB ke Polda Jatim dengan tuduhan membuat pengaduan palsu kepada pembesar negara. Yakni dengan No : LPB/830/VI/2018/UM/SPKT.

“Sesuai pasal 317 KUHP  barang siapa dengan sengaja mengajukan pengaduan atau pemberitahuan palsu kepada penguasa, baik secara  tertulis maupun untuk dituliskan, tentang seseorang sehingga kehormatan atau nama baiknya terserang, diancam karena melakukan pengaduan fitnah, dengan pidana penjara paling lama empat tahun,” pungkasnya.

Sementara itu Kompol Santoso Kasiaga SPKT Polda Jatim, saat dikonfimasi membenarkan telah menerima adanya laporan dugaan pengaduan palsu. Dan kasus tersebut akan diproses sesuai dengan prosedur yang sudah ada. (nng/kun)

Komentar

?>