Rabu, 19 September 2018

Gandeng Kemenpolhukam, Banyuwangi Ajak Warganet Bijak Bermedsos

Jum'at, 13 Juli 2018 09:17:41 WIB
Reporter : Rindi Suwito
Gandeng Kemenpolhukam, Banyuwangi Ajak Warganet Bijak Bermedsos

Banyuwangi (beritajatim.com) - Pemkab Banyuwangi menggandeng Kementrian Politik Hukum dan HAM (Kemenpolhukam) RI untuk meliterasi warganet agar lebih bijak menggunakan medsos. Hal itu guna menyikapi berita hoax dan konten-konten negatif yang banyak beredar di media sosial (media sosial).

"Saya telah menyampaikan pada Pak Bupati tentang salah satu program yang kami lakukan tentang pembekalan literasi sosial media. Dan ternyata Pak Bupati sangat mengapresiasi dan meminta kami untuk memberi pembakalan serupa pada ASN dan netizan Banyuwangi," kata Staf Khusus Kemenpolhukam Farizay Irawadi, Jumat (13/7/2018).

Farizay berada di Banyuwangi dalam rangka mengisi materi “Upaya Menanggulangi Kejahatan Mass Communication (Cyber Crime, Hate Speech, dan Hoax)” dalam acara Percepatan Capaian Kinerja Semester jajaran Kanwil Kumham Jatim. Acara yang digelar selama dua hari (Rabu–Kamis, 12-13 Juli) ini diikuti oleh ratusan personil Kanwil Kumham se-Jatim.

Farizay melanjutkan, saat ini tidak bisa dipungkiri pengunaan medsos tidak hanya dipakai untuk menyebarkan konten positif, tapi juga banyak yang menebarkan konten negatif seperti ujaran kebencian atau kabar bohong.

"Kinerja sebaik apa pun jika dihantam oleh hoax atau pun ujaran kebencian (hate speech), maka tidak akan ada artinya. Karena itu semua harus bersinergi menangkal berita negatif dan menyebarluaskan berita positif lewat pembekalan literasi medsos. Kami menyambut positif Banyuwangi memulai langkah sinergi dengan Kemenpolhukam untuk hal ini,"

"Saya sampaikan kepada warga tadi, ini lho contoh konten positif yang perlu kita sebarluaskan dibanding berita-berita hoax yang tidak ada artinya," kata Dia saat berkeliling di Mal Pelayanan Publik.

Farizay juga memberikan masukan pada Banyuwangi terkait penggunaan medsos. Selama ini berita tentang Banyuwangi di media-media mainstream sudah sangat positif. Namun yang terpenting, berita itu tak hanya tersaji, tapi juga disebarkan oleh pasukan influencers medsos.

"Banyak media mainstream yang mengabarkan keberhasilan Banyuwangi. Ini harus di-sounding lagi lewat sosmed agar bisa terdengar hingga ke seluruh dunia. Ini salah satu cara menangkal hoax dan konten negatif, minimal mengimbangi," cetusnya.

Caranya, lanjutnya, dia mengajak netizen dan ASN Banyuwangi untuk bersama-sama menggaungkan hal-hal positif daerah ini lewat sosmed.

Secara terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengaku sangat senang dengan sambutan baik dari pihak Kemenkopolhukam.

"Kami sangat senang Kemenkopolhukam bersedia membagi ilmunya dengan warganet Banyuwangi untuk membagi ilmunya. Kami rencanakan akan diadakan 20 Juli 2018. Kami ingin warganet Banyuwangi bisa menyebarkan spirit Asiean Games ini untuk mengharumkan nama Indonesia," kata Anas. [rin/suf]

Komentar

?>