Jum'at, 20 Juli 2018

Fenomena Pensiunan ASN Jadi Bacaleg, Ini Kata Para Pengamat

Kamis, 12 Juli 2018 11:14:31 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Fenomena Pensiunan ASN Jadi Bacaleg, Ini Kata Para Pengamat

Surabaya (beritajatim.com) - Meski belum ada penetapan Daftar Caleg Tetap (DCT) oleh KPU, tetapi di Jawa Timur fenomena menarik seputar para Bacaleg mulai dapat terlihat. Jika pada Pileg 2014 mantan Kades dan artis serta pengusaha menjadi primadona untuk digaet menjadi Caleg, maka pada Pileg 2019 ini para pensiunan ASN lah yang menjadi rebutan.

Sebut saja mantan Kepala Dinas Peternakan Jatim Maskur, mantan Kepala Bappeda Jatim Zainal Abidin, mantan Kepala Dinas Kehutanan Jatim Agus Samsudi, mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan Jatim Tutut Herawati, mantan Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat, Ratnadi Ismaon, mantan Kepala Dinas Kehutanan Gatot Soebektiono, mantan Kepala Bapemas Jatim Zarkasi, dan mantan Sekdaprov Jatim Rasiyo yang sudah meramaikan bursa Bacaleg saat ini.

Direktur Surabaya Survey Center Mochtar W. Oetomo berpendapat bahwa fenomena para pensiunan ASN yang menjadi Bacaleg ini memiliki sisi positif tersendiri terkait beragamnya pilihan publik pada Pileg 2019 nanti.

"Fenomena ini akan semakin memberi banyak pilihan pada publik tentang adanya Caleg yang memiliki kualitas dan kapasitas dengan segala pengetahuan dan pengalamannya selama menjadi ASN. Tentu Caleg ini cukup memahami tentang tata kelola pemerintahan daerah dan memahami apa yang sesungguhnya menjadi persoalan kongkret dan apa yanh jadi kebutuhan dan keinginan publik, sehingga benar-benar bisa mewakili dan memperjuangkan jika kelak terpilih," kata Mochtar.

Sisi positif lainnya, menurut Mochtar juga didapatkan oleh para partai politik. "Bagi parpol tentu juga memberi banyak dampak positif dalam memperkuat kualitas sdm internal partai, memperluas jejaring, dan tentu saja penguatan pemahaman akan peta persoalan tata kelola pemerintahan daerah dan peta kebutuhan masyarakat yang harus dimiliki parpol dan menjadi kemampuan Caleg pensiunan ASN ini," jelasnya.

Pandangan serupa juga diungkapkan oleh pengamat komunikasi politik asal Unair Suko Widodo. Menurut Suko, kapasitas para pensiunan ASN ini sudah tidak perlu diragukan untuk bisa menjadi seorang anggota legislatif.

"Dengan merekrut Caleg pensiunan ASN parpol tidak perlu terlalu dibebani untuk meningkatkan kapasitasnya, mereka sudah memiliki itu dan akan langsung bisa dengan sangat baik untuk mengerjakan berbagai tugas di depan," kata Suko ketika ditemui pada kesempatan berbeda.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Sukowi ini juga menggarisbawahi bahwa ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika seorang pensiunan ASN memutuskan untuk maju sebagai Caleg.

"Karakter kinerja yang introvert dan kadang elitis bisa jadi akan menjadi persoalan tersendiri pada saat harus berjibaku memperebutkan kursi di tengah-tengah pemilih. Masalah ini perlu diatasi secara khusus," kata Suko.

"Jika selama ini mereka biasa dalam posisi memimpin, biasa dilayani, dan berkuasa maka kini berbeda sama sekali. Mereka harus menyesuaikan dengan dunia baru yang mungkin berbeda dengan sebelumnya dalam konteks interaksi dengan publik. Mereka harus belajar menjadi bukan siapa-siapa demi memudahkan interaksinya dengan publik,"

"Modal sosial dan politiknya di grass root juga, apabila melihat posisinya ASN yang harus netral selama ini, menjadikan para pensiunan ASN ini harus mampu membangun jejaring politiknya di level pemilih dari awal," pungkasnya. [ifw/kun]

Komentar

?>