Minggu, 22 Juli 2018

Tukar Guling Tanah Hotel GDK Bojonegoro Belum Tuntas

Rabu, 11 Juli 2018 22:39:12 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Tukar Guling Tanah Hotel GDK Bojonegoro Belum Tuntas

Bojonegoro (beritajatim.com) - Proses tukar guling tanah yang digunakan bangunan hotel Griya Dharma Kusuma (GDK) belum tuntas. Bangunan hotel yang dikelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro itu berdiri di atas tanah milik PT Pos Indonesia.

Tanah milik PT Pos Indonesia di Jalan Trunojoyo tersebut sudah digunakan Pemkab Bojonegoro sejak 2005. Hingga saat ini belum dilakukan proses tukar guling. Pemanfaatan tanah tersebut hanya berdasarkan perjanjian tertulis. Sedangkan PT Pos Indonesia juga menggunakan Asset Pemkab Bojonegoro sebagai kantor saat ini.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, M Ibnu Soeyoeti membenarkan bahwa proses tukar guling tanah tersebut belum selesai. "Iya, memang belum ditukar guling," kata Ibnu Soeyoeti, Rabu (11/7/2018).

Menurutnya, proses tukar guling tanah tersebut masih menunggu legal formal yang diminta Kantor Pertanahan Negara (KPN) sebagai salah satu syarat. "Legal formil itu, harus ada legalisir dari Bagian Hukum. Tapi sampai sekarang belum dilakukan," imbuhnya.

Ibnu menambahkan, selama ini status tanah yang di atasnya dibangun hotel GDK tersebut masih hak milik PT Pos Indonesia dan pemanfaatannya berdasarkan perjanjian tertulis. Sedangkan tanah yang digunakan PT Pos Indonesia di Jalan Trunojoyo, merupakan aset Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

"Ya istilahnya, saling pinjam saja sekarang ini. PT Pos Indonesia pinjam tanahnya Pemkab dan sebaliknya, Pemkab pinjam tanah mereka untuk GDK," terangnya.

Ibnu mengaku, pihaknya terus berupaya menyelesaikan proses tukar guling tersebut. Bisa jadi, jika ada SK baru, maka proses akan cepat terselesaikan. "Misalnya ada SK baru kepada Pj Bupati sekarang ini mungkin ya bisa dilaksanakan," tandasnya.

Kepala Bagian Hukum pemkab Bojonegoro Ahmad Faisol menyangkal, jika mendapat wewenang atau terlibat dalam proses tukar guling tanah di Jalan Trunojoyo tersebut. "Bagian Hukum tidak ada urusan apa-apa dengan proses tukar guling tanah tersebut," terangnya. [lus/suf]

Komentar

?>