Kamis, 15 Nopember 2018

Belum Dilantik, Khofifah-Emil Sudah Didoakan Dua Periode

Ketum PBNU: Khofifah Memang 'Sakti', Layak Jadi Gubernur Jatim

Minggu, 08 Juli 2018 18:09:52 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Ketum PBNU: Khofifah Memang 'Sakti', Layak Jadi Gubernur Jatim

Jakarta (beritajatim.com) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siradj menilai Gubernur Jatim terpilih, Khofifah Indar Parawansa sebagai perempuan yang luar biasa, sabar, tegar, kokoh dan kuat.

"Kalau semaunya diringkas dalam satu kata: Sakti!" katanya saat memberikan ceramah dalam halal bi halal Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU yang dihadiri pengurus pimpinan wilayah se-Indonesia di Gedung Konvensi TMPNU Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2018).

"Kalau saya, kalau saya lho ya, maju sekali dan gagal enggak berani maju lagi. Betul itu, betul! Tapi beliau ini, coba, dengan keyakinannya yang sangat kuat, tidak pernah menyerah, tidak pernah putus asa," tambahnya melalui siaran pers yang diterima beritajatim.com.

Karena itu, Kiai Said menegaskan Khofifah memang layak menjadi gubernur Jatim. "Pas itu! Pengalamannya, kemudian pendidikannya, S2 dari Australia, betul-betul representasi NU, khususnya dari Muslimat NU," tandasnya.

Bahkan di awal pidatonya, Kiai Said 'mendoakan' perempuan yang juga mantan Menteri Sosial itu agar menjadi gubernur Jatim selama dua periode.

"Yang kita hormati almukaromah Hajah Khofifah Indar Parawansa, ketua umum PP Muslimat NU dan gubernur Jatim periode 2019 sampai 2029," ujarnya yang disambut aplaus hadirin.

Terkait kesabaran dan keuletan, Kiai Said kemudian mengisahkan riwayat ada seorang pemuda yang gagah kekar, tapi dengan kesombongannya mengatakan sanggup memecahkan batu besar hanya dengan 10 kali pukulan.

Tapi hingga 100 pukulan, batu tersebut tak kunjung pecah, sampai datanglah seorang kiai tua yang hanya dengan lima kali pukulan batu tersebut pecah.

Saat ditanya apa doanya, sehingga sang kiai bisa sehebat itu. "Bukan karena saya sakti atau hebat, tapi batu ini pecah kalau dipukul sampai 105," ceritanya.

Cerita ini, tandas Kiai Said, memberikan nasihat jika pemuda mau sedikit lebih sabar dalam menjalani dan menyelesaikan pekerjaan, maka akan bisa menyelesaikannya. "Nah, Bu Khofifah rupanya juga sudah tahu, kalau sudah tiga kali bakal menang," katanya.

"Itu hasil dari orang yang tidak pernah putus asa dan percaya pada Allah, percaya pada dirinya sendiri, serta tidak menyerah dalam menghadapi tantangan maupun kesulitan."

Khadijah Modern
Sementara menanggapi fenomena srikandi Muslimat NU yang bakal duduk di kursi kepala daerah, dari Khofifah hingga Munjidah Wahab, menurut Kiai Said hal itu menggembirakan bagi warga NU.

"Itu amanat yang sangat mulia yang harus diemban sebagai kapala daerah, baik tingkat satu maupun dua," katanya.

Para kepala daerah dari Muslimat NU ini disebutnya sebagai Khadijah abad modern. "Mudah-mudahan diberi kekuatan lahir batin oleh Allah Swt, terutama yang mendapat manfaat baru, jelas sekali merupakan amanat yang penuh tantangan," katanya.

Satu hal yang patut ditunggu, para srikandi NU tersebut akan menjadi penentu kebijakan di daerah yang dipimpinnya.

"Ini yang kita tunggu-tunggu. Anda harus berperan di tengah-tengah masyarakat, peran dalam bidang agama, budaya, peradaban, pendidikan, ekonomi maupun politik," paparnya.

Tapi Kiai Said berpesan, agar kader-kader terbaik NU jangan hanya berhenti dan puas sebagai penentu kebijakan di tingkat kabupaten/kota atau provinsi, tapi bagaimana menentukan kebijakan nasional. Tidak harus ibu, tapi NU-lah, mau laki-laki mau perempaun sama saja," katanya.

Bahkan, Kiai Said berharap para kader NU turut mengambil penentu kebijakan internasional. Mulai IMF, General Agreement on Tariffs and Trade (GATT), PBB maupun moneter. "Mudah-mudahan itu terwujud setelah NU memasuki usai 100 tahun nanti," pungkasnya. [suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>