Rabu, 26 September 2018
Dibutuhakn Wartawan Kriminal untuk ditempatkan di Surabaya Kirim Lamaran ke beritajatim@gmail.com

Rektor Unair Siap Membantu Khofifah Benahi Pemerintahan Jatim

Jum'at, 06 Juli 2018 13:20:44 WIB
Reporter : Dwi Eko Lokononto
Rektor Unair Siap Membantu Khofifah Benahi Pemerintahan Jatim

Surabaya (beritajatim.com) - Khofifah Indar Parawansa, sebagai Gubernur Terpilih hari ini sambang kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Khofifah menemui Rektor Unair, Prof Muhammad Nasih di ruangannya, Gedung Rektorat Kampus C Unair, Jumat (6/7).

Khofifah bersama rombongan sebelumnya juga datang ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Unair sebagai seorang Alumni. Dalam kunjungannya ke Rektorat, Khofifah membahas sepak terjang nya sebagai Alumni Unair yang kini menjadi Gubernur Terpilih.

Rektor Unair, Profesor M. Nasih mengatakan bahwa Khofifah memang datang sebagai Alumni serta membahas Jawa Timur kedepannya bersama Unair karena Unair dinilai sebagai sumber intelektual dan tenaga ahli.

"Ibu Khofifah datang ya sebagai alumni emas Unair, beliau menceritakan sepak terjangnya selama ini dalam masalah dan isu isu sosial serta mengungkapkan cita cita beliau, sebagai rektor tentunya saya bangga karena Bu Khofifah sebagai contoh alumni Unair yang berhasil," Ujar Prof. Nasih

Selain itu Prof Nasih juga mengatakan bahwa Unair siap membantu pemerintah dalam usaha memperbaiki kehidupan masyarakat Jawa Timur.

"Unair siap membantu pemerintah dalam memperbaiki kehidupan masyarakat Jatim dan siap mengeluarkan SDM yang diperlukan untuk terjun langsung dan membantu pemerintahan. SDM di Unair ini banyak sekali ya, ada dokter, doktor, tenaga ahli, peneliti dan bahkan mahasiswa pun bisa membantu, seperti untuk pengentasan buta huruf. mahasiswa bisa kita terjunkan ke titik titik angka buta huruf tertinggi," ungkap Prof. Nasih

Prof Nasih pun berpesan pada pemerintahan Jawa Timur baru, bahwa harus ada perubahan sistem yang benar-benar mendobrak.

"Saya tadi berpesan pada Bu Khofifah, kalau ingin Jatim lebih baik harus ada perubahan kebijakan dan sistem yang luar biasa karena kita tidak bisa lagi bekerja secara biasa. Contoh kasus IPM yang segitu gitu saja ya itu karena cara kerjanya yang biasa. kita harus obati setiap permasalahan tepat di lukanya. seperti IPM yang rendah karena masih banyak buta huruf, paling tinggi dimana? Madura, ya kita harus terjun langsung mengentaskan buta huruf di Madura. contohnya seperti itu. Dan kami siap membantu jika dibutuhkan tenaga ahli dalam perbaikan ini," tambahnya. [adg/ted]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>