Senin, 24 September 2018

Wagub Gus Ipul Serap Aspirasi Ribuan Pekerja Migran

Selasa, 26 Juni 2018 13:09:18 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Wagub Gus Ipul Serap Aspirasi Ribuan Pekerja Migran

Pasuruan (beritajatim.com) - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menawarkan program ekonomi kreatif bagi pekerja dan keluarga migran pasca bekerja di luar negeri. Dengan ekonomi kreatif, masa tua para pekerja migran bisa terjamin.

Tawaran tersebut disampaikanya saat menyapa dan bertemu dengan ribuan pekerja di Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) PT. Prima Duta Sejati yang ada di Jalan Raya Tanjung 52-54 Gempol-Pasuruan, Selasa (26/6/2018).

Gus Ipul yang kini kembali aktif sebagai Wagub Jatim setelah cuti kampanye calon gubernur ini mengatakan, salah satu program yang akan ditawarkan adalah mengelola hasil dari berkerja migran selama di luar negeri untuk investasi yang menguntungkan.

Menurutnya, mengelola dana hasil dari bekerja selama di luar negeri bisa dilakukan dengan membuat produk UMKM kemudian di pasarkan melalui online.

"Jangan sampai setelah dari luar negeri uangnya habis, nanti kembali lagi jadi pekerja migran. Oleh karenanya, kami tawarkan untuk mengelola hasil kerjanya ke sektor UMKM," ujarnya.

Tak hanya memikirkan usaha, Keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini juga berharap anak pekerja migran yang ditinggalkan mendapat pendidikan, hingga pola asuh yang baik. Artinya, ketika orang tuanya bekerja anak mereka di Jawa Timur bisa mendapat pendidikan yang layak.

Pendidikan anak, lanjutnya merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam mempersiapkan generasi muda yang berkualitas.

Sementara itu, Direktur utama PT Prima Duta Sejati Maxixe Mantofa mengatakan, perusahaan ini memiliki beraneka macam jenis pelatihan profesi sebelum dikirim ke luar negeri sebagai pekerja. Di antaranya dilatih menjadi perawat, pekerja industri, baby sitter, nelayan dan konstruksi.

Maxixe mengatakan, sebelum dikirim ke luar negeri mereka akan dilatih dan dibekali ilmu keterampilan selama kurang lebih tiga bulan. Waktu tiga bulan tersebut disesuaikan dengan waktu pembuatan paspor/visa kerja.

"Kami latih mereka dengan bermacam keterampilan mulai dari bahasa, belajar teknologi, mesin, tata boga, peralatan medis dan peralatan rumah tangga modern," tegasnya.

Setiap tahunnya perusahaan ini memberangkatkan 4.000-5.000 pekerja sesuai dengan permintaan dari negara yang dituju. Salah satu negara yang menjadi tujuan pekerja antara lain Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Jepang dan Afrika.

"Paling banyak permintaan adalah Asisten Rumah Tangga (ART) namun sekarang trend nya berubah tenaga kerja Indonesia banyak yang masuk di sektor industri. Tak hanya itu, kami juga banyak peningkatan permintaan untuk profesi yang mencapai 67 persen," tutupnya.

Sementara itu, dalam kesempatan ini Gus Ipul juga sempat diajak keliling untuk menyapa para pekerja yang sedang berlatih di perusahaan itu. "Kalau bahasa Jepangnya saya mau ke pasar apa?," tanya Gus Ipul di tengah-tengah suasana pelajaran bahasa Jepang. (tok/ted)

Komentar

?>