Rabu, 26 September 2018
Dibutuhkan Wartawan Bidang Hukum dan Kriminal untuk ditempatkan di Surabaya, kirim lamaran ke beritajatim@gmail.com

Ini Teknik Pemungutan Suara di TPS, KPU Pamekasan Ajak Masyarakat Tidak Golput

Senin, 25 Juni 2018 20:48:55 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ini Teknik Pemungutan Suara di TPS, KPU Pamekasan Ajak Masyarakat Tidak Golput
Pamekasan (beritajatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan mengajak seluruh masyarakat yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) agar tidak golput pada pelaksanaan pilkada 2018 yang dijadwalkan akan digelar serentak Rabu (27/6/2018) lusa.

Pada pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam tersebut, nantinya akan dilaksanakan pemilihan bupati dan wakil bupati Pamekasan serta pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Timur.

Tercatat dua pasangan calon akan bersaing memperebutkan jabatan sebagai bupati dan wakil bupati periode 2018-2023, yakni pasangan nomor urut 1 Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) serta pasangan calon nomor urut 2 KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah).

Hal yang sama juga untuk pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jatim, juga diikuti dua pasangan calon. Masing masing pasangan nomor urut 1 Khofifah Indar Parawansa dan Emil Listanto Dardak, serta pasangan nomor urut 2 Saifullah Yusuf dan Puti Guntur Soekarnoputri.

Proses pemungutan suara akan dilaksanakan di 1.583 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, sementara jumlah total pemilih yang terdaftar dalam DPT pilkada sebanyak 680.392 orang. Meliputi sebanyak 328.430 pemilih laki-laki dan sebanyak 351.962 pemilih perempuan.

Sementara untuk proses pemungutan suara akan digelar serentak mulai pukul 7:00 WIB hingga pukul 13:00 WIB. "Ini adalah pesta rakyat, dimana suara rakyat akan menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin untuk lima tahun kedepan. Baik di tingkat kabupaten maupun di tingkat provinsi," kata Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah, Senin (25/6/2018).

"Maka dari itu, suara pilihan masyarakat yang datang secara langsung ke TPS sangat menentukan sosok pemimpin yang akan memimpin daerah. Baik sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan maupun sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur," imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak golput dan tetap menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani masing-masing. "Kami mengimbau masyarakat tidak golput dan menggunakan hak pilihnya sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan berdasar undangan yang sudah disebar oleh petugas penyelenggara pemilu, dalam hal ini KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara)," imbau Hamzah.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan sejumlah ketentuan dalam proses pemungutan suara di TPS. Di antaranya pasca pemilih selesai menyalurkan hak suara. "Ingat, jangan menghilangkan tanda tinta pada jari sebelum proses pemilihan selesai," pintanya.

Sementara proses distribusi logistik untuk pelaksanaan pilkada serentak dipastikan rampung dan sudah tersebar di 13 kecamatan berbeda di Pamekasan pukul 18:00 WIB, Minggu (24/6/2018) kemarin. "Semua jenis logistik untuk pilkada serentak telah didistribusikan ke masing-masing kecamatan dan telah rampung," tegasnya.

"Berdasar data yang di KPU Pamekasan, jenis logistik pilkada yang didistribusikan antara lain kotak suara, bilik suara, alat coblos, bantal dan tinta surat suara, serta berbagai jenis formulir dan kelengkapan lainnya. Jumlah bilik suara yang didistribusikan sebanyak 3.583 buah untuk 1.583 TPS yang tersebar di 178 desa dan kelurahan di 13 kecamatan di Pamekasan, masing-masing TPS nantinya ada dua bilik suara," jelasnya.

Sedangkan jumlah kotak suara juga sama, yakni 3.582 buah, yakni kotak suara untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan dan kotak suara Pilgub Jatim. Sementara distribusi logistik dari Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) digelar hari ini. "Kami berharap H-1 pencoblosan, yakni tanggal 26 Juni 2018. Logistik pilkada serentak sudah tiba di TPS," pungkasnya. [pin/kun]

Berikut Beberapa Ketentuan Pemungutan Suara Pilkada 2018:
1. Terdaftar dalam salinan DPT dan DPPh; dalam hal ini pemilih yang berhak dan dapat diterima untuk memberikan suara di TPS adalah pemilih yang terdaftar dalam salinan DPT dan Daftar Pemilih Pindahan (DPPh).
2. Bila belum terdaftar, gunakan KTP atau Surat Keterangan; pemilih yang tidak terdaftar dalam salinan DPT dapat menggunakan KTP atau Surat Keterangan sepanjang pemilih tersebut berdomisili di wilayah kerja Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan dilakukan satu jam sebelum waktu pemungutan suara berakhir. Jika surat suara di TPS telah habis, pemilih yang bersangkutan diarahkan untuk memberikan suara di TPS terdekat.
3. Menerima satu surat suara; pemilih menerima satu buah surat suara untuk masing-masing pemilihan.
4. Urutan kehadiran; kesempatan untuk memberikan suara kepada pemilih berdasarkan prinsip urutan kehadiran pemilih.
5. Dilarang menggunakan handphone; pemilih tidak diperkenankan menggunakan telepon genggam (handphone/hp) berkamera/kamera untuk memotret pilihannya pada surat suara di bilik suara.
6. Alat bantu bagi pemilih disabilitas; bagi pemilih disabilitas netra dapat menggunakan alat bantu (template) yang telah disediakan.
7. Bantuan pendamping; bagi pemilih yang membutuhkan bantuan dapat menggunakan pendamping sendiri atau petugas KPPS dan pendamping diwajibkan mengisi Model C3.

Teknik Pemungutan Suara di TPS:
1. Datangi TPS terdekat; pemilih mendatangi TPS terdekat dimana nama pemilih telah terdaftar sebagai pemilih di TPS tersebut.
2. Menyerahkan formulir C-6; pemilih mendatangi meja KPPS 4 dan 5 yang berada di pintu masuk TPS dan menyerahkan formulir model C-6. KPPS 4 dan 5 memeriksa model C-6 dari pemilih dan mencocokkannya dengan DPT serta memeriksa jari pemilih.
3. Tunggu giliran; pemilih duduk di kursi pemilih untuk selanjutnya menunggu giliran panggilan.
4. Dipanggil berdasarkan urutan kedatangan; KPPS 1 memanggil pemilih berdasarkan urutan kedatangan pemilih untuk diberikan surat suara dalam keadaan terbuka.
5. Periksa surat suara; periksalah surat suara apakah rusak atau tidak.
6. Memasuki bilik suara; pemilih menuju bilik suara, lalu periksa kembali surat suara, jika surat suaranya rusak atau gambarnya tidak jelas, pemilih berhak menukarkannya.
7. Coblos pasangan calon; mencoblos gambar pasangan calon kepala daerah dengan alat coblos yang sudah disediakan, selanjutnya surat suara yang sudah dicoblos dimasukkan ke dalam kotak suara.
8. Celupkan jari ke tinta; pemilih menuju meja tinta untuk menandai jari pemilih dengan tinta yang sudah disediakan KPPS 7 sebagai bukti bahwa pemilih sudah melaksanakan haknya sebagai pemilih.
9. Pemungutan suara selesai;
pemilih keluar area TPS melalui pintu keluar.

Komentar

?>