Selasa, 20 Nopember 2018

Kampung Edukasi Sidoarjo Kembali Hidupkan Siskamling

Senin, 25 Juni 2018 18:00:49 WIB
Reporter : Renni Susilawati
Kampung Edukasi Sidoarjo Kembali Hidupkan Siskamling

Sidoarjo (beritajatim.com) – Ketika ronda malam sudah ditinggalkan warga, Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo kembali menghidupkan Sistem Keamanan Lingkungan (siskamling).

Siskamling diterapkan pada RT 23 RW 07 Sidoarjo ini tak semata untuk mengamankan kampung mereka tetapi untuk  meningkatkan kepedulian dan sarana silaturahim antar warga.

Hal itu disampaikan oleh Edi Priyanto, Ketua RT setempat disela-sela kegiatan olahraga rutin gowes bareng pada Minggu pagi bersama puluhan warganya.

“Selain meningkatkan kepedulian dan sarana silaturahim, program Siskamling ini bisa sebagai sarana dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif,” ujar Edi.

Menurutnya program ini diyakini bisa menjadi sebuah solusi dalam menyelesaikan masalah sosial di lingkungan tempat tinggal pada lingkup yang terkecil seperti tingkat RT, karena kepedulian antar tetangga satu dengan yang lain dapat terjalin dengan baik.
Kegiatan siskamling bisa dijadikan ajang untuk bersosialisasi dan berkomunikasi antarwarga, sehingga hubungan semakin erat. Komunikasi yang baik ini bisa menjamin terjadinya kepedulian terhadap lingkungan yang semakin meningkat dan warga akan saling menjaga.

"Kami telah menggiatkan kembali Siskamling dengan kegiatan jaga dan ronda warga dengan melibatkan semua warga dilingkungan RT, kegiatan ini dapat menjaga stabilitas keamanan di lingkungan Kampung Edukasi Sampah ini," kata Edi.

Jaga Siskamling dilakukan malam hari oleh warga secara bergilir sambil berkeliling lingkungan rumah. Berkeliling bertujuan terhadap penanggulangan terhadap fenomena dan situasi lingkungan, dengan cara mencermati setiap gejala awal, kemudian menemukan penyebab yang potensial.

Upaya tersebut juga sebagai salah satu cara preventif,  mencegah timbulnya ancaman keamanan melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, dan patroli atau perondaan.

Edi menambahkan dengan diaktifkan kembali kegiatan jaga dan ronda warga ini juga sangat efektif untuk mendeteksi terorisme maupun mencegah peredaran narkoba.
Siskamling bertujuan menciptakan situasi dan kondisi yang aman, tertib, dan tentram, serta mewujudkan kesadaran warga masyarakat di lingkungannya dalam penanggulangan terhadap setiap kemungkinan timbulnya gangguan Kamtibnas.

“Sejalan dengan kegiatan ronda dan jaga Siskamling warga, Kami juga telah membuat program bernama jimpitan receh, uang receh setiap rumah dikumpulkan dalam sebuah toples yg telah kami sediakan, uang receh tersebut diambil setiap Jum’at malam oleh warga yang melakukan tugas jaga Siskamling saat itu dan kami sebut sebagai jimpitan receh” jelas Edi.

Alhamdulillah setiap bulan kami dapat kumpulkan 700-800 ribu, yang kemudian bisa kami pergunakan untuk perbaikan kualitas lingkungan tanpa harus membebankan warga dengan kenaikan iuran bulanan.

Bagi sebagian orang menganggap remeh keberadaan uang logam (baca receh).

Akibatnya uang logam/receh, hanya dijadikan sebagai perhiasan meja kerja, lemari pakaian, meja televisi, kulkas, meja belajar, bahkan tak jarang uang tersebut ditemukan berserakan di jalan dan tempat umum lainnya.

Kampung yang telah dinobatkan sebagai kampung terinovatif di Sidoarjo oleh Bupati Sidoarjo pada saat penganugerahan program Sidoarjo Bersih dan Hijau 2017-2018 lalu, dalam pemantauan terhadap aktifitas warganya telah memasang kamera CCTV yang dapat diakses oleh seluruh warga melalui Ponselnya, sehingga ini akan menjadi fasilitas dan sarana publik warga untuk bisa melakukan pengawasan melekat, saling mengawasi satu dengan yang lainnya.

Selain kamera pantau CCTV, guna memudahkan memberikan informasi langsung yang sifatnya spontan dan kegiatan warga, setiap sudut kampung juga telah terpasang speaker.[rea/ted]

Tag : sidoarjo

Komentar

?>