Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ini Pesan Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Gresik di Masa Tenang

Senin, 25 Juni 2018 17:50:21 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Ini Pesan Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti Gresik di Masa Tenang

Gresik (beritajatim.com) - Memasuki masa tenang di ajang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018, tim pemenangan pasangan calon nomor urut dua Cagub dan Cawagub Jatim Syaifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno (Gus Ipul-Puti) Gresik, meminta semua elemen terkait dalam Pilgub Jatim benar-benar mematuhi aturan yang berlaku.

Ketua Tim Pemenangan paslon Gus Ipul-Puti Gresik, Abdul Qodir menuturkan, terkait dengan masa tenang yang berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada 24 hingga 26 Juni 2018, pihaknya menghimbau tidak ada aktivitas yang mengarah pada pengerahan massa sebelum coblosan pada 27 Juni yang ditentukan oleh KPU.

"Memang tim kami menerima laporan adanya dugaan menggunakan fasilitas terkait dengan pengerahan dalam satu keluarga yang masuk ke dalam program pemerintah seperti penerima bantuan keluarga harapan," ujarnya, Senin (25/06/2018).

Masih menurut Abdul Qodir, masih terkait dengan itu, sebagai tim pemenangan Gus Ipul-Puti di Gresik, timnya akan mengerahkan sejumlah relawan di masing-masing rukun tetangga (RT) guna mengawasi isu kampanye Pilgub Jatim 2018 tidak menggunakan fasilitas yang masuk ke dalam program pemerintah.

"Ada dugaan dari laporan relawan kami di tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Wringinanom, Menganti, dan Bungah. Keluarga yang masuk dalam program PKH diberi arahan, dan mereka mendatangi rumah yang mendapat bantuan dari pemerintah. Untuk itu, berdasarkan laporan tersebut meminta supaya kegiatan program PKH di masa tenang tidak dilanjutkan. Kalau memang terbukti kami segera melaporkan hal ini ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gresik," paparnya.

Abdul Qodir menambahkan, petugas yang ditunjuk ke dalam PKH juga diminta tetap netral, atau tidak melibatkan diri dalam kegiatan program pemerintah itu. Pasalnya, kalau sampai ada yang terlibat mencederai aturan yang diatur oleh KPU.

Indikasi ada di beberapa desa berdasarkan laporan relwaan ada di kecamatan wringain, menganti bungah. Bentuknya mereka mendatangi rumah yang mendapat PKH. Ada arahan berdasarkan laporan minta kegiatan itu tidak dilanjutkan. Sebar relawan terkait dengan isu ini. Kalau ada bukti dilaporkan ke panwascam. Tidak melibatkan diri di alat program PKH. "Kita tetap berkompetisi tetapi di saat seperti ini, kami ingin tetap menjaga suasana damai, dan kondusif," pungkas Abdul Qodir. [dny/kun]

Komentar

?>