Jum'at, 20 Juli 2018

Jelang Hari Tenang dan Pencoblosan, Panwaslu Kota Mojokerto Rakor

Sabtu, 23 Juni 2018 18:26:07 WIB
Reporter : Misti P.
Jelang Hari Tenang dan Pencoblosan, Panwaslu Kota Mojokerto Rakor

Mojokerto (beritajatim.com) - Bertempat di salah hotel di Kota Mojokerto, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto menggelar rapat koodinasi (rakor)  dengan stakoholder terkait. Rakor digelar menyusul akan berlangsungnya hari tenang, pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Wakil Walikota Mojokerto

Ketua Panwaslu Kota Mojokerto, Elsa Fifajanti mengatakan, tujuan kegiatan tersebut tidak lain yakni untuk memantapkan diri dalam rangka kesiapan menjelang pemilu Gurbernur dan wakil Gubernur Jawa timur dan Wali Kota dan Wakil Walikota Mojokerto.

"Seandainya ada salah satu paslon yang tertangkap tangan menggunakan money politik maka paslon tersebut akan dikenakan sangsi pidana," ungkapnya, Sabtu (23/6/2018).

Masih kata Elsa, pengawas Panitia Pemungutan Suara (PPS) adalah ujung tombak. Apabila ada kesalahan dalam penghitungan suara, maka PPS bisa mengajukan dan meminta penghitungan ulang.
Masyarakat, tegas Elsa, juga sudah membawa kartu C6 sehingga tidak perlu membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) lagi untuk melaksanakan pencoblosan.

"Terkecuali kalau ada warga yang belum terdata diharapkan segera laporan dan membawa kartu pengenal dan surat keterangan dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri sekitar 225 orang undangan. Selain dari Bakesbangpol, juga dari Satpol PP, pihak kepolisian dan TNI serta Pantian Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Mojokerto dan PPS se-Kota Mojokerto. [tin/but]

Komentar

?>