Kamis, 20 September 2018

Laporkan Kiai Asep, Kader PMII Ciputat Tuding JAMPI Aliansi Pesanan

Sabtu, 16 Juni 2018 11:41:37 WIB
Reporter : Lucky Aditya Ramadhan
Laporkan Kiai Asep, Kader PMII Ciputat Tuding JAMPI Aliansi Pesanan

Malang (beritajatim.com) - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia menuding Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (JAMPI) merupakan aliansi instan sesuai pesanan yang muncul jelang pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur pada 27 Juni nanti.

Izzat Muttaqin, Pengurus Cabang PMII Ciputat yang juga Alumni Pondok Pesantren Amanatul Ummah, menyebut JAMPI yang mengatasnamakan alumni PMII telah melanggar aturan hukum PMII. Karena wadah resmi perkumpulan alumni PMII adalah IKA- PMII (Ikatan Alumni – Pergerakan Mahasiwa Islam Indonesia).

"JAMPI tidak diketahui kapan berdirinya bahkan apa yang melatar-belakangi terbentuk, sampai saat ini belum jelas. Kami prihatin JAMPI telah menuduh Kiai Asep Saifuddin Chalim menyebarkan ujaran kebencian," kata Izzat, Sabtu (16/6/2018).

Izzat menegaskan JAMPI tidak sejalan dengan prinsip dasar kader PMII, karena cenderung bertolak belakang dengan nilai- nilai PMII. Menurutnya prinsip dasar PMII diantaranya harus mengedepankan budi pekerti, akhlak Santri, lemah lembut dan sopan santun.

"Seharusnya JAMPI itu mengkonfirmasi dulu tudingan yang dialamatkan ke Kiai Asep. Istilah dalam santri adalah budaya tabayyun. Ini menunjukan mereka berambisi kepada hasrat politik semata, dengan saling menjatuhkan demi tujuan tertentu," ujar Izzat.

Senada dengan Izzat, kader PMII Merdeka Malang, Lutfi Kamaludin menilai JAMPI telah lupa bahwa PMII lahir atas restu kiai dan ulama. Ia mengaku kecewa jika ada organisasi alumni di luar IKA-PMII justru bertolak belakang dengan prinsip-prinsip di PMII.

"Lebih etis jika berpolitik tanpa embel-embel PMII. Mereka hanyalah gerombolan bukan organisasi, karena kita ada wadah untuk alumni, yakni IKA-PMII," ucapnya.

Seperti diberitakan beritajatim.com, Rabu (13/6/2018), Jaringan Alumni Muda Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Jampi PMII) Jatim melaporkan penyampai fatwa yang menyatakan umat Islam hukumnya fardhu ain (wajib bagi setiap individu) untuk mendukung Calon Gubernur Khofifah Indar Parawansa ke Polda Jatim, Rabu.

Ketua JAMPI Abdul Hamid menyebut, fatwa itu adalah wujud ujaran kebencian, di mana ada pernyataan bahwa jika umat Islam memilih Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno dalam Pilkada Jatim 2018, maka sama saja berkhianat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

"Kami melaporkan ini, dengan membawa sejumlah barang bukti tentang dugaan adanya tindak pidana ujaran kebencian," kata Abdul Hamid di Kantor Subdit V Cybercrime Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (13/6/2018) siang. [luc/but]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>