Sabtu, 22 September 2018

Massa PDIP Protes Penurunan Bando Bulan Bung Karno Bergambar Puti

Selasa, 12 Juni 2018 15:32:10 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
  • Massa PDIP Protes Penurunan Bando Bulan Bung Karno Bergambar Puti
  • Massa PDIP Protes Penurunan Bando Bulan Bung Karno Bergambar Puti
  • Massa PDIP Protes Penurunan Bando Bulan Bung Karno Bergambar Puti

Blitar (beritajatim.com)--Penertiban baliho peringatan Bulan Bung Karno di Jalan A Yani Kota Blitar oleh Panwaslu setempat, Selasa (12/6/2018) gagal. Pasalnya, pencopotan bando bergambar Presiden RI pertama Soekarno dan cucunya Puti Guntur Soekarno, yang juga Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, itu mendapatkan hadangan dari kader PDI Perjuangan Kota Blitar.

Di lokasi terlihat ada anggota Panwaslu bersama aparat gabungan dari Kepolisian dan Satpol PP. Petugas berniat menurunkan bando yang dinilai melanggar kampanye Pilgub Jatim. Namun, para kader PDIP Kota Blitar dan simpatisan sudah berkumpul di lokasi.

Massa PDIP menghadang petugas yang hendak melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno. Kedua belah pihak (Panwaslu dan massa PDIP) akhirnya terlibat adu mulut. Simpatisan PDIP ngotot menolak pelepasan bando.

Wakil Ketua Bidang Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat DPC PDIP Kota Blitar, Dedik Hendarwanto, mengakui, PDIP telah memasang bando tersebut untuk memperingati Bulan Bung Karno. Tidak ada tendensi kampanye dalam pemasangan bando itu.

"Soal ada gambar cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno pada bando, itu memang keputusan kader PDIP Kota Blitar. Gambar cucu Bung Karno itu sebagai presentasi Bung Karno," kata Dedik Hendarwanto.

Ketegangan itu sempat memicu perhatian para pengguna jalan di Kota Blitar. “Mbak Puti adalah cucu Bung Karno. Dan, Juni ini kami peringati Bulan Bung Karno. Di baliho itu juga tidak ada predikat Pilkada, termasuk tidak ada nomor 2,” kata Zaenal, Wakil Ketua DPC PDIP Kota Blitar.

Ia mengatakan, Bung Karno adalah ikon Kota Blitar. Bapak Pendiri Bangsa itu menjadi kebanggaan warga Blitar. Karena di kota kecil itu, bersemayam makam Sang Proklamator itu. “Izin pemasangan baliho ini sampai akhir Juni,” kata Zaenal.

Ia memahami aturan-aturan kampanye Pilkada Jawa Timur, dimana sebuah media disebut alat peraga kampanye jika tertera status sebagai calon Pilkada dan nomor pilihan.

Di luar itu, tidak bisa disebut alat peraga kampanye. Ketentuan Pilkada ini, lanjut dia, berbeda dengan UU Pemilu 2019, dimana konsep kampanye ditambahkan kata “citra parpol.” Konsep citra parpol pun, kata dia, secara nasional masih menuai pro-kontra. Karena, KPU belum mengeluarkan aturan teknis yang menjelentrehkan konsep itu.

“Kami justru menengarai, ada operasi sistematis, dengan menggunakan alat-alat kekuasaan negara, termasuk melalui Panwaslu, untuk menghancurkan kaum nasional. Terutama di Blitar, basis kaum nasionalis,” kata Zaenal.

Panwaslu Kota Blitar berkeyakinan, baliho Juni Bulan Bung Karno bergambar Puti Guntur Soekarno itu melanggar aturan alat peraga kampanye (APK). "Hasil pengamatan kami ada indikasi melanggar aturan pemasangan KPK yang harus ditertibkan. Disitu ada gambar Puti sebagai cawagub. Yang kebetulan adalah cucunya Bung Karno," kata Ketua Panwas Kota Blitar Moechlis.

Kedua belah pihak kemudian berdialog. Sementara hasil akhirnya disepakati Panwaslu batal melepas bando untuk memperingati Bulan Bung Karno yang ada gambar Cawagub Jatim, Puti Guntur Soekarno. Panwaslu akan melakukan negosiasi lagi dengan tim sukses pasangan calon itu.

"Urusan kami dengan tim sukses. Tapi ternyata bando ini dipasang fraksi (PDIP Kota Blitar). Maka itu, kami akan melakukan negosiasi lagi dengan tim sukses," kata Ketua Panwaslu Kota Blitar, Mochlis Wibowo, di lokasi.

Semula Panwaslu mengira bando itu dipasang tim sukses paslon. Namun setelah dikonfirmasi kepada pemasang, ternyata dipasang oleh Fraksi PDIP Kota Blitar.

Sementara itu, menurut pantauan Panwaslu ada indikasi pelanggaran pada bando Peringatan Bulan Bung Karno di Jl A Yani, Kota Blitar. Sebab, ada gambar salah satu calon wakil gubernur Jatim pada bando peringatan Bulan Bung Karno. [nng/air]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>