Kamis, 16 Agustus 2018

Gerindra Incar Kursi Ketua DPRD Kota Kediri di Pileg 2019

Senin, 11 Juni 2018 15:32:18 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Gerindra Incar Kursi Ketua DPRD Kota Kediri di Pileg 2019

Kediri (beritajatim.com) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Kediri mematok target tinggi dalam Pilihan Anggota Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang. Partai berlambang kepala Burung Garuda ini optimis memenangkan pileg dan merebut kursi Ketua DPRD Kota Kediri pereode 2019-2024.

"Target kami ke depan dengan petarung-peratung yang faight untuk merebut kursi Ketua DPRD Kota Kediri," kata Ketua DPC Partai Gerindra Kota Kediri, Huda Salim disela kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) di Kantor DPC Partai Gerindra.

Dikpol diberikan kepada seluruh struktural dan kader Partai Gerindra Kota Kediri. Kegiatan ini juga dalam rangka untuk merebut kursi Ketua DPRD Kota Kediri, memenangkan Pilihanan Umum Presiden 2019 serta mengantarkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ke kursi RI-1.

Untuk mewujudkan cita-cita meraih kursi Ketua DPRD Kota Kediri tersebut, tentunya tidaklah gampang. Untuk itu, Gerindra Kota Kediri memiliki target perolehan suara pada Pileg 2019 mendatang untuk tiap-tiap daerah pemilihan (dapil) minimal dua kursi. Sehingga untuk tiga dapil di seluruh Kota Kediri minimal harus mendapatkan enam kursi.

Huda Salim mengaku akan bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Dia sudah memiliki strategi jitu. Salah satunya dengan memilih para calon anggota legislatif (caleg) melalui seleksi yang sangat ketat. Sehingga menghasilkan caleg yang berkualitas.

"Memilih caleg yang berelektabilitas dan yang ber-isine tas. (baca : memiliki modal kepribadian yang baik, cakap dan modal keuangan)," imbuh Huda Salim.

Dari 30 caleg yang disyaratkan KPU, imbuh Huda Salim, saat ini Gerindra sudah mendapatkan 22 orang orang pendaftar atau caleg. Diantara mereka adalah caleg perempuan sebagaimana ketentuan 30 persen keterwakilan perempuan.

"Gerindra sudah ada caleg dari kebutuhan wajib sesuai jumlah kursi di parlemen 30 kursi, sekarang ini yang ambil formilir sebanyak 22 orang. Kurang delapan orang lagi," jlentreh Huda Salim.

Masih kata Huda Salim, kekurangan tersebut merata di tiga dapil, di Kecamatan Kota, Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Pesantren. Kekurangan caleg ini berkisar antara tiga hingga empat orang saja. Sementara kekurangan untuk keterwakilan perempuan maksimal dua orang di tiap dapil.

Sesuai komposisi terbaru penyebaran kursi di tiga dapil terdiri dapil Kecamatan Mojoroto 12 kursi, Kecamatan Kota Kediri 9 kursi dan Kecamatan Pesantren 9 kursi. Total kursi di DPRD Kota Kediri sebanyak 30 kursi.

Dari tiga dapil di Kota Kediri ini, Gerindra optimis apabila Dapil Kecamatan Mojoroto akan menyumbang perolehan kursi paling banyak. Itu, karena jumlah pemilih di dapil ini terbanyak diantara dapil lainnya, yang mempengaruhi jumlah kursi.

Huda Salim mengatakan, Gerindra menerjunkan caleg dari mayoritas kalangan pengusaha dan juga kader internal. Sementara seluruh Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Gerindra juga dipastikan terjun kembali ke medan pemilihan. Mereka, Hartingah, Wiko dan Sriana.

Untuk diketahui, Calon Wali Kota Kediri nomor urut satu yang diusung oleh Partai Gerindra, PKB, Partai Golkar dan PPP, Aizzudin Abdurrahman (Gus Ais) sebagai pembicara dalam dikpol ini. Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU ini maju dalam bursa Pilwali Kediri 2018, berpasangan dengan mantan Anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar sekaligus seorang pengusaha di Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaya. (nng/kun)

Komentar

?>