Minggu, 24 Juni 2018

Kata Risma Soal Fatwa Fardhu 'Ain Tim Khofifah

Senin, 11 Juni 2018 09:41:19 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Kata Risma Soal Fatwa Fardhu 'Ain Tim Khofifah

Surabaya (beritajatim.com) - Munculnya fatwa fardhu 'ain memilih pasangan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim oleh sejumlah ulama pendukung pasangan nomor urut 1, mendapat tanggapan dari Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.

"Saya pikir ndak bolehlah. Jangan digunakan itu, bahaya sekali," kata orang nomor satu di lingkungan Pemkot Surabaya, di sela Deklarasi Surabaya Sedulur dan Makmur Bersama Bu Risma, di Surabaya, Minggu (10/6/2018).

Risma juga khawatir, jika agama dibawa-bawa demi kepentingan politik. Justru hal itu akan menimbulkan hal-hal yang sebetulnya Allah tidak berkehendak.

"Itu bahaya sekali kalau kita pakai hukum fardhu 'ain. Tidak bisalah, ya ngak bisa," tegas walikota perempuan pertama di Kota Pahlawan ini.

Ia juga mengimbau agar penyelenggara pemilihan kepada daerah serentak 2018, menindak tegas dan segera membersihkan spanduk-spanduk yang dapat mengarah ke isu SARA itu.

"Itu bahaya sekali, dampaknya itu, waduh saya tidak bisa membayangkan kalau pakai nama Allah untuk kepentingan sesaat," jelasnya.

Risma menambahkan, seruan dari sejumlah kiai pengasuh pondok pesantren kepada para santri dan alumni untuk memilih pasangan Gus Ipul-Mbak Puti, jelas berbeda dengan fatwa fardhu 'ain. Pasalnya, selain tidak menggunakan dalil-dalil agama, seruan tersebut dalam rangka untuk kebaikan masalah pemerintahan.

"Jelas beda dengan seruan atau maklumat, kalau ini kan untuk masalah pemerintahan. Tapi kalau kemudian dikaitkan-kaitkan dengan fardhu 'ain, kan tidak bisa," tuturnya.

Risma mencontohkan persoalan yang lagi banyak dikeluhkan masyarakat Surabaya saat ini adalah menyangkut biaya pendidikan bagi anak-anak yang mau masuk SMA/SMK. Pasalnya, biayanya sangat memberatkan dan mahal, sehingga banyak orang tua yang mengadu kepada dirinya.

"Kalau dulu masih kewenangan kabupaten/kota, saya bisa menggratiskan biaya pendidikan hingga tingkat SMA/SMK. Makanya, saya mengimbau supaya memilih Gus Ipul dan Mbak Puti, karena mereka berjanji akan menggratiskan biaya pendidikan SMA/SMK di seluruh Jatim," imbaunya.

Akibat biaya pendidikan mahal, angka kriminalitas juga meningkat sebab mereka terpaksa berbuat kriminal untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan pendidikan anak-anaknya. Angka kejahatan anak-anak di Surabaya juga meningkat karena mereka terpaksa untuk membiayai sekolah. Bahkan, lulus tidak bisa mengambil ijazah karena tak punya uang.

"Saya tidak mau hanya orang-orang yang mampu membayar yang dapat mengenyam pendidikan. Saya minta tolong, ini demi generasi kita mendatang agar semua orang berhak menjadi sukses. Karena itu saya minta dibantu demi pasangan nomor urut 2, bisa yah, bisa yah supaya tidak ada lagi anak putus sekolah dan anak orang miskin tidak bisa sekolah," pungkas Risma. [tok/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>