Sabtu, 22 September 2018

Panwaslu Turunkan Spanduk Fardhu Ain Pilih Khofifah-Emil

Minggu, 10 Juni 2018 21:18:16 WIB
Reporter : M. Ismail
Panwaslu Turunkan Spanduk Fardhu Ain Pilih Khofifah-Emil

Sidoarjo (beritajatim.com) - 17 hari jelang coblosan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur , muncul spanduk fatwa fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) untuk memilih Calon Gubernur Khofifah-Emil.

Spanduk itu sempat terpasang di Alun-alun Sidoarjo dan kawasan Kecamatan Buduran. Hanya saja yang terabadikan oleh masyarakat, yang berada di Alun-alun Sidoarjo.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo, M. Rasul membenarkan adanya spanduk terpasang seruan fatwa untuk mendukung Khofiah-Emil. "Iya benar memang ada," ujarnya kepada wartawan ini, Minggu (10/6/2018).

Rasul menambahkan, spanduk tersebut terpasang di dua lokasi yaitu di Jalan Ahmad Yani Alun-alun Sidoarjo dan Buduran. "Memang terpasang di dua lokasi itu. Saya sudah mendapat laporan dari Panwascam Sidoarjo dan Buduran. Itu juga sudah kami koordinasikan ke Bawaslu Jatim," terangnya.

Diakui, setelah mendapatkan laporan, pihaknya langsung menertibkan dua spanduk bergambar Khofifah-Emil dan KH Asep Saifuddin Chalim. Spanduk itu bertuliskan fatwa untuk rakyat Jatim tidak memilih Khofifah-Emil khianati Allah SWT dan Rasul-Nya.

"Spanduk itu sudah kami turunkan. Soal siapa yang memasang, masih diselidiki Panwaslu dan Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu)," jelas Rasul.

Ia menilai spanduk yang terpasang itu bukan merupakan alat peraga kampanye (APK) dan bahan kampanye (BK) yang difasilitasi KPU. "Spanduk itu ilegal," tukasnya.

Bukan hanya itu, sambung dia, dalam tulisan spanduk tersebut juga mengandung ujaran kebencian dan hasutan. Sehingga, persoalan itu masuk pada delik pidana Pemilu.

"Ini Kami sedang koordinasikan dengan pihak Gakkumdu, karena itu menjadi ranah Sentra Gakkumdu," pungkas Rasul tegas. [isa/suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>