Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Mbak Estu: Jangan Mengajak Tuhan Kampanye

Minggu, 10 Juni 2018 19:03:44 WIB
Reporter : Yusuf Wibisono
Mbak Estu: Jangan Mengajak Tuhan Kampanye
Anggota DPR RI Hj Sadarestuwati

Jombang (beritajatim.com) - Anggota Komisi V DPR RI Hj Sadarestuwati menyayangkan terbitnya fatwa fardhu 'ain di Pilgub Jawa Timur oleh salah satu kiai pendukung Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Mbak Estu, panggilan akrab Sadarestuwati menilai, fatwa tersebut merupakan politisasi agama dan berpotensi memecah belah ummat.

"Jangan mengajak Tuhan kampanye. Itu sama halnya dengan melakukan politisasi agama. Kami sangat menyayangkan adanya fatwa tersebut. Karena itu berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan memecah belah ummat," kata anggota DPR dari Fraksi PDIP ini. 

Mbak Estu mengatakan, membawa nama Allah dan berpilitik adalah tidak etis. "Sebenarnya yang seperti inilah yang harus diberantas dan tidak dipilih. Karena Alloh itu dzat suci, Sang pencipta alam semesta. Dosa besar apabila hanya karena urusan politik kemudian menjual nama Allah," sambungnya.

Sebelumnya, fatwa fardhu 'ain (wajib bagi setiap individu) dalam Pilgub Jatim diterbitkan dalam pertemuan sejumlah kiai di Ponpes Amanatul Ummah, Mojokerto, 3 Juni 2018, yang dihadiri Cagub Khofifah Indar Parawansa.

Pertemuan itu menghasilkan surat fatwa bernomor 1/SF-FA/6/2018 yang menyebut, mencoblos Khofifah-Emil Elestianto hukumnya Fardhu Ain alias wajib bagi setiap umat Islam. Hukum fardhu 'ain ini seperti salat lima waktu dan puasa Ramadan. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardu 'ain akan membuat pelakunya diganjar dosa oleh Allah SWT.

Dalam fatwa tersebut juga disebutkan, umat Islam yang tidak mendukung Khofifah sama dengan mengkhianati Allah dan Rasulullah. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim selaku Tim 9 Khofifah-Emil mengatakan, orang yang memilih Gus Ipul-Puti, padahal ada yang lebih baik menurut Asep, yaitu Khofifah, maka orang itu sama saja mengkhianati Allah dan Rasulullah. Fatwa itu pun kini menuai pro-kontra dan kontroversi di masyarakat.

"Karena adanya rasa takut kalah yang berlebihan sehingga menghalalkan segala cara. Sampai-sampai Tuhan pun dijadikan obyek politik. Ini sangat tidak bisa dibenarkan. Dan yang berkelakuan seperti inilah sebenarnya yang tidak pantas untuk dipilih, apalagi dijadikan pemimpin," ujar legislator yang berangkat dari daerah pemilihan (dapil) Kab/Kota Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Kab/Kota Madiun, Minggu (10/6/2018).

Selain menyoroti soal fatwa fardu ain, Mbak Estu juga menyayangkan pernyataan Amien Rais, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), yang membawa nama Allah dalam Pilpres 2019. Lagi-lagi, Mbak Estu menegaskan bahwa hal itu sama halnya dengan melakukan politisiasi agama.

Dalam pidatonya di acara buka bersama kader PAN di kediaman Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di wilayah Jakarta Selatan, Sabtu (9/6/2018), Amien meminta masyarakat berdoa untuk meminta presiden baru yang tidak mengkriminalisasi ulama dan tidak menjual kekayaan bangsa ke negeri asing. Dia bahkan menyebut Allah akan malu jika tidak mengabulkan doa jutaan umat itu.

"Orang-orang seperti itu justru tidak layak untuk dipilih. Apalagi dijadikan pemimpin," kata wanita berjilbab ini mengulang. [suf]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>