Senin, 17 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pakde Karwo: Karier ASN Bagus harus Profesional, Bukan Dekati Politisi

Jum'at, 08 Juni 2018 16:44:47 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Pakde Karwo: Karier ASN Bagus harus Profesional, Bukan Dekati Politisi
Gubernur Jatim, Soekarwo (Pakde Karwo).

Surabaya (beritajatim.com)--Gubernur Jatim, Dr H Soekarwo kembali mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk para pejabat eselon di lingkungan Pemprov Jatim, agar tidak bermain politik. Apabila terbukti, akan ada sanksi disiplin berat sampai pemecatan.

Hal tersebut disampaikan saat acara Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Pejabat Administrator (Eselon III) di Lingkungan Pemprov Jatim, yang bertempat di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jum'at (8/6/2018).

Menurutnya, aturan ini sudah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang didukung Surat Edaran Menpan RB nomor 27 Tahun 2017 tentang netralitas PNS.

“Jangan sampai ada ASN dan pejabat eselon yang ikut mendukung salah satu pasangan calon atau kampanye politik. Kalau masih ada yang menentang, berarti mereka ini sudah hopeless dalam kehidupan,” kata Pakde Karwo.

Larangan berpolitik ini, lanjutnya, juga termasuk dalam urusan karier. Menurutnya, bila ASN ingin kariernya bagus, yang harus diperbaiki adalah kompetensi dan profesionalisme, bukan dengan mendekati para politikus.

“Yang boleh berpolitik hanya gubernur dan wakil gubernur, karena ini jabatan politik. Kalau ASN mau berpolitik, ya silakan pensiun dini,” tegasnya.

Terkait pelantikan ini, Pakde Karwo mengatakan proses ini sudah sesuai PP nomor 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS. Di mana di dalamnya sudah diatur soal pengembangan karir PNS, termasuk promosi yang merupakan pengembangan karier. Pola karier ini sendiri bisa berbentuk horizontal, yaitu perpindahan dari satu posisi jabatan ke posisi jabatan lain yang setara.

Lalu pola vertikal, yaitu perpindahan dari satu posisi jabatan ke posisi jabatan yang lain yang lebih tinggi, atau diagonal yaitu perpindahan dari satu posisi jabatan ke posisi jabatan lain yang lebih tinggi antarkelompok jabatan fungsional atau jabatan administrator.

“Kalau horizontal ini harus mengetahui tentang sektornya masing-masing. Bila ada mutasi horizontal dia sudah punya bayangan, bahkan lintas sektor. Kalau diagonal, dari fungsional bisa jadi administrator, pun sebaliknya. Sedangkan bila ada ASN yang cerdas bisa naik secara vertikal,” terangnya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik ini, Pakde Karwo kembali mengingatkan untuk selalu membaca peraturan perundang-undangan, terutama yang berkaitan dengan tupoksinya.

Menurutnya, ASN harus normatif dan tunduk pada peraturan perundang-undangan.Tidak hanya itu, ia juga meminta Kepala OPD mengumpulkan para pejabat eselon III dan IV di lingkungannya untuk mempresentasikan soal program-program kerjanya. Apalagi, dalam era digital ini setiap OPD harus memiliki inovasi, terutama terkait pelayanan publik. [tok/air]

Komentar

?>