Kamis, 21 Juni 2018

Separuh Penghuni Lapas Kediri Tak Bisa Mencoblos, Ada Apa?

Selasa, 05 Juni 2018 09:53:48 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Separuh Penghuni Lapas Kediri Tak Bisa Mencoblos, Ada Apa?

Kediri (beritajatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri mengadakan sosialisasi Pemilihan Gubernur Jawa Timur dan Pilihan Walikota Kediri tahun 2018 terhadap ratusan tahanan dan narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Kota Kediri. Sosialisasi ini untuk menekan tingkat golongan putih (golput) dalam pencoblosan pada 27 Juni 2018 mendatang.

Purporini Endah Palupi, Komioner KPU Kota Kediri mengatakan, dari sekitar 900 penghuni Lapas, hanya 376 orang yang memiliki hak pilih dalam Pilkada serentak 2018. Jumlah tersebut terdiri dari warga binaan dan juga para pegawai Lapas.

"Untuk TPS yang ada di Lapas bukan merupakan TPS khusus tetapi bagian dari TPS di Mojoroto. Kami berharap nantinya ada surat edaran dari Kementrian hukum dan HAM agar para penghuni lapas yang tidak masuk DPT tetap bisa mencoblos," kata Purporini.

Minimnya tingkat kepesertaan pemilih di Lapas ini karena terkendala aturan. Banyak narapidana maupun tahanan yang tidak mengantongi KTP Elektronik. Praktis separoh lebih warga binaan yang ada di balik jeruji besi berpeluang golput.

"Kita berharap nantinya ada kebijakan dari kementrian hukum dan HAM, sehingga dengan teknis ada surat dari Kalapas menyatakan bahwa mereka berdomisili di Lapas Kelas II A Kediri," pintanya.

Saiful Rohman, juru bicara Lapas Kelas II A Kediri mengatakan, semula jumlah penghuni lapas yang diajukan ke Dispendukcapil diatas 800 orang. Kemudian setelah diverifikasi hanya 376orang yang masuk DPT.

Pihaknya juga berharap agar keluarga warga binaan juga mengurus formulir A5 untuk melakukan pemilihan di Lapas. [nng/suf]

Komentar

?>