Sabtu, 18 Agustus 2018

Demi Jamin Masa Depan Masyarakat

Pemkot Surabaya Jalin Kerjasama dengan Lion Air Group

Kamis, 24 Mei 2018 22:47:03 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Pemkot Surabaya Jalin Kerjasama dengan Lion Air Group

Surabaya (beritajatim.com) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dengan Lion Air Group secara resmi telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) atau nota kesepahaman tentang pemanfaatan dan pengembangan potensi Kota Surabaya atas prinsip kemitraan dan saling memberikan manfaat.

MoU itu dilakukan di Gedung Serbaguna Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Surabaya, Kamis (24/5/2018). Pada kesempatan ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan terimakasih banyak kepada Lion Air Group karena sudah mau menerima anak-anak Surabaya sebagian siswa hasil seleksi Dinas Sosial Kota Surabaya dari keluarga tidak mampu.

Bahkan, ketika sudah lulus nanti akan dipekerjakan sebagai karyawan di Lion Air Gruoup. "Jadi, saya menyampaikan terimakasih banyak karena sudah membantu anak-anak kami," kata Risma.

Menurut Walikota, beasiswa ini sebagai upaya Pemkot dalam memutus garis kemiskinan struktural di Surabaya. Melalui cara ini, Pemkot ingin menepis anggapan bahwa anak orang miskin pasti akan miskin. "Nah, dengan cara ini kemiskinan struktural itu coba kita pangkas," tegasnya.

Lebih lanjut, Risma menjelaskan bahwa kuota beasiswa untuk lion air kali ini sebanyak 48 orang yang nantinya akan dibagi menjadi dua kelas. Hingga saat ini, perekrutannya masih dalam proses dan akan berakhir pada 30 Mei 2018.

"Bagi yang lolos, nanti akan didik di ATKP ini menempuh pendidikan D3 teknik pesawat udara yang masa kuliahnya 3 tahun. Ini pertama kalinya kerjasama dengan Lion Air Group dalam beasiswa," kata dia.

President and CEO Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, kerjasama cukup menguntungkan bagi dua belah pihak. Sebab, Lion Air sangat membutuhkan tenaga teknisi banyak ke depannya, apalagi dunia penerbangan terus berkembang.

"Bicara industri perawatan pesawat, bukan hanya milik kami, tapi juga dari luar negeri bisa perawatan kesini. Hingga 2025, kebutuhan teknisi sekitar 20 ribu," kata Edward.

Erdward juga menjelaskan jika beasiswa yang kerjasama dengan Pemkot Surabaya ini merupakan yang pertama dan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan untuk perekrutan pramugari dan pilot.

"Pramugari juga kita lakukan seleksi melalui Dinas Sosial Surabaya, mungkin juga pilot, tapi tahun ini baru teknisi," tandas Edward.

Beasiswa ini, lanjut dia, merupakan bagian dari tanggungjawab sosial Lion Air Group untuk memberikan hak-hak yang sama bagi mereka-mereka yang kurang mampu. Mereka itu memang harus diberi kesempatan supaya bisa berkembang.

"Kami harap kerjasama ini bisa semakin langgeng dan dikembangkan ke depannya," imbuhnya. [ifw/suf]

Komentar

?>