Sabtu, 18 Agustus 2018

Pilgub Jatim 2018

Jadi Ajang Kampanye, Pengajian KH.Anwar Zahid di Kediri Dilaporkan ke Bawaslu

Rabu, 23 Mei 2018 21:30:25 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
Jadi Ajang Kampanye, Pengajian KH.Anwar Zahid di Kediri Dilaporkan ke Bawaslu

Kediri (beritajatim.com) - Diduga dipakai ajang kampanye paslon Gubernur Jatim nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti), pengajian KH. Anwar Zahid di Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Pelapor adalah Tim pemenangan paslon Gubernur Jatim nomor urut satu, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.

Pengajian tersebut berlangsung pada Selasa (22/5/2018) kemarin. Menurut Ketua tim Pemenangan Khofifah-Emil wilayah Kabupaten Kediri, Yacup, pengajian tersebut sudah dimanfaatkan untuk ajang berkampanye.

Masih kata Yacup, dalam pengajian itu disalahgunakan berkampanye dengan jalan membagi-bagikan kalender dan stiker paslon nomor urut dua Gus Ipul-Mbak Puti. Selain itu, Mubaleg KH. Anwar Zahid juga menyampaikan salam dan permintaan doa, serta dukungan pada Gus Ipul ke seluruh para jamaah pengajian.

"Disini kita ada bukti rekaman dan bukti kalender bergambar paslon Gubernur Jatim nomor dua yang dibagi-bagikan ke jamaah. Dan yang kita laporkan ke Bawaslu yakni penyalahgunaan acara tersebut," ujar Yacup, S.pd yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kediri, usai melaporkan ke Bawaslu, Rabu (23/5/2018).

Menurutnya, laporan tersebut didasarkan pada himbauan Bawaslu Kabupaten Kediri nomor  099/K.JI-09/HM-02.00/V/2018 kepada setiap Tim Kampanye Paslon Gubernur dan wakil Gubernur. Pada himbauan itu dijelaskam salah satunya, tidak boleh menyalahgunakan kegiatan ramadan untuk kegiatan kampanye, kecuali sudah mendapatkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye (STTPK) dari Kepolisian.

"Disini dalam pelaksanan pengajian justru yang mengajukan ijin Kepala Desa Klampisan saudara Eko Yanto A.S S.Pd. Dia hanya mengajukan izin keramaian terkait pengajian safarai Ramadan 1439 H, MWC NU Kecamatan Kandangan bersama K.H. Anwar Zahid dari Bojonegoro, yang selanjutnya  sudah di tanda tangani dan stempel dari Kantor Desa Klampisan dan Kantor Kecamatan Kandangan, sementara dari Kepolisian masih kosong," beber Yacup.

Dari sejumlah bukti itu, tim pemenangan Khofifah-Emil wilayah Kabupaten Kediri menilai jika kegiatan itu adalah kegiatan yang masuk kategori kampanye yang dikemas dalam bentuk pengajian. Bahkan pihaknya juga menduga adanya keterlibatan ASN dalam kegiatan tersebut. Pasalnya diketahui pengajuan izin pengajian itu dilakukan oleh Kepala Desa Klampisan, Eko Yanto.

"Selain kegiatan ini kita juga melaporkan keterlibatan ASN dalam pengajian itu. Sebab dalam aturan, ASN tidak boleh mengikuti dan menfasilitasi kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, dan pelanggaran tersebut jika terbukti bisa masuk dalam dugaan pidana pemilu," tegas Yacup.

Terpisah, Anggota Bawaslu Kabupaten Kediri Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, Sulton Nurhadi membenarkan adanya laporan tim pemenangan dari paslon Khofifah-Emil.
"Tadi memang kami didatangi tim khofifah yang intinya menyampaikan bahwa pengajian di kandangan diduga ada pelanggaran pemilu. Dari laporan tersebut sampai saat ini sedang kami proses," ujarnya.

Sulton mengaku Panwas Kecamatan setempat juga melakukan pengawasan di lokasi lokasi pengajian KH. Anwar Zaid yang berlangsung di Desa Klampisan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri. "Pengawasan Panwascam dilokasi memang menemukan dugaan pelanggaran. Namun saat ini masih dalam penyelidikan," imbuhnya.

Bawaslu Kabupaten Kediri tidak bisa memutuskan dengan cepat karena harus mengklarifikasi sejumlah saksi yang memang berada di lokasi. Selain saksi, Bawaslu juga mengumpulkan bukti untuk melihat ada dan tidaknya pelanggaran. (nng/kun)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>