Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Gubernur Belum Lakukan Langkah Preventif

Kamis, 17 Mei 2018 09:34:58 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Gubernur Belum Lakukan Langkah Preventif

Surabaya (beritajatim.com) - Gubernur Jatim Soekarwo menegaskan, situasinya saat ini memang tengah gawat.

Berdasarkan laporan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian, memang ada tekanan besar ke Islamic State in Irak and Syria (ISIS) oleh Inggris dan Amerika di Syria.

Atas tekanan itu, lantas ada perintah perluasan gerakan dari ISIS. Di antaranya, Inggris, Perancis, Amerika Serikat, termasuk Indonesia. "Potensi yang ada sekarang ada 500 orang pulang dari sana," ungkapnya kepada wartawan.

Untuk itu, Pakde Karwo mendukung segera dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Terorisme, seandainya persetujuannya UU Terorisme tidak segera disahkan.

"TNI, Polri dan pemerintah dalam pengendalian (teroris) ini adalah sangat serius. Makanya di Surabaya diputus. Presiden (Joko Widodo) mengatakan kalau ditunggu seminggu belum ada gerakan pasti terhadap RUU, maka dikeluarkan Perppu," ujarnya.

Sementara terkait antisipasi terhadap pergerakan ancaman terorisme, Pakde Karwo mengaku tidak mengambil langkah preventif. "Belum bisa sampai di situ. Kemarin saya diskusi dengan teman-teman. Kemudian kegiatan pendekatan di daerah itu bagaimana solusinya. Karena tiap daerah ada kultural masing-masing," urainya.

Terlepas dari antisipasi itu, masih menurutnya, pihaknya bersama satgas pangan bersama bekerja menjaga stabilitas harga. Programnya adalah deflasi. Sehingga kalau pangan naik, berarti ada krisis kepercayaan terhadap pemerintah. "Itu yang kita jamin. Perut ini dulu yang kita atasi. Harus aman dulu," tegasnya.

Sementara perkembangan terkini dari teroris, lanjut Pakde Karwo, semua jaringan sudah diketahui. Tapi beberapa di antaranya belum ketahuan. Tinggal sekarang pemerintah bersama satgas pangan menjaga stabilitas harga.

"Kemarin kan ditangkapi yang tersisa. Itu yang harus hati-hati. Maka kalau yang dulu, zaman orba, pembinaan teritorialnya harus kuat. Di sini kan ada Babinkamtibmas dan Babinsa. Kalau bisa terus dikembangkan," pungkasnya. [tok/suf]

Tag : teroris

Komentar

?>