Senin, 16 Juli 2018

Pilgub Jatim 2018

Dua Paslon Cagub Diminta Tak Gunakan Tempat Ibadah Sebagai Sarana Kampanye

Rabu, 16 Mei 2018 20:53:51 WIB
Reporter : M. Ismail
Dua Paslon Cagub Diminta Tak Gunakan Tempat Ibadah Sebagai Sarana Kampanye

Sidoarjo (beritajatim.com) - Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sidoarjo meminta kepada kedua pasangan Cagub Jawa Timur 2018 dan tim partai pengusung, saat bulan puasa, tempat ibadah tidak dijadikan sebagai sarana kampanye.

Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Panwaslu Sidoarjo Muhammad Rasul dengan mengajak semua stakeholder, khususnya kedua pasangan cagub dan tim pemenangan paslon nomor 1 maupun 2, serta parpol pengusung untuk tidak menyalahgunakan tempat ibadah di bulan puasa tidak dijadikan alat kampanye.

"Panwaslu Sidoarjo sudah rapat koordinasi dengan stakeholder untuk mengawasi penyalahgunaan tempat ibadah selama puasa jadi sarana kampaye," kata Rabu (16/5/2018).

Rasul menjelaskan, dalam rapat itu melibatkan diantaranya KPU Sidoarjo, Kapolresta, Kodim, Bakesbangpol, Dishub, FKUB, Takmir Masjid, Tim Paslon 1 dan Tim Paslon 2 serta Parpol pengusung.

Dalam pembahasan itu dicetuskan tentang potensi pelanggaran kampanye serta pola pencegahannya pada saat bulan puasa. Diantaranya, potensi pelanggaran yaitu pada saat buka dan sahur bersama dengan melakukan ceramah yang isinya termasuk kategori kampanye di tempat ibadah.

"Dan lagi dalam pembahasan rapat, memberikan parcel kepada pejabat, kepala desa dan pihak lainnya, termasuk terindikasi menjadi pelanggaran money politik," tegasnya.

Selain itu, sambung dia, pelanggaran kampanye juga mengadakan pawai atau takbir keliling oleh paslon atau tim kampanye atau parpol. Ia juga meminta kepada tim paslon untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu sara dan atau isu lainnya termasuk ujaran kebencian. "Kami meminta kepada semua pihak untuk tetap mentaati semua ketentuan perundang-undangan pemilu yang berlaku," harapnya.

Sementara itu, Koordinator Takmir Masjid Sidoarjo KH Sholeh Qosim menyambut baik upaya Panwaslu Kab. Sidoarjo sebagai langkah pencegahan larangan kampanye ditempat ibadah. "Dengan himbauan ini, penceramah agar dalam berceramah tidak disertai berkampanye," tuturnya.

Hal senada juga  disampaikan oleh Nyoman A selaku anggota FKUB untuk mengoptimalisasi kerukunan antar umat beragama termasuk mencegah isu teroris dijadikan sarana disharmonis antar umat beragama dan termasuk pemanfaatan isu-isu teroris sebagai isu kampanye oleh paslon. "Mengingat pentingnya acara ini segenap peserta meminta agar koordinasi ini dapat dilaksanakan secara intensif," harapnya. (isa/kun)

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>