Senin, 20 Agustus 2018

Tiga Pilar dan FKUB Gresik Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Rabu, 16 Mei 2018 03:07:46 WIB
Reporter : Deni Ali Setiono
Tiga Pilar dan FKUB Gresik Deklarasi Anti Radikalisme dan Terorisme

Gresik (beritajatim.com)- Unsur tiga pilar yakni Pemkab Gresik, Polres dan Kodim 0817 serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Gresik membacakan tiga deklarasi.

Dalam deklarasi yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Gresik, Djoko Sulistio Hadi, Ketiga pilar yang diikuti oleh seluruh peserta menyatakan kesepakatan untuk bekerjasama, bersinergi memberantas radikalisme dan terorisme.

Mendukung pemerintah dalam upaya pemberantasan tersebut serta bersama mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh segala bentuk provokasi, agitasi dan propaganda oleh kelompok yang berpaham radikal, baik langsung maupun tidak langsung terutama melalui media sosial.

Selain diikuti tiga pilar dan FKUB Gresik, deklarasi tersebut juga diikuti Muspika serta seluruh lurah/kepala desa se-Kabupaten Gresik.

"Kepada para Camat, Lurah dan Kepala Desa, agar sepulang dari deklarasi ini untuk menyampaikan kepada semua masyarakatnya yaitu kepada RW dan RT. Yakinkan sampai kepada para kepala keluarga agar tetap tenang, dan waspada," ujar Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto, Selasa (15/5/2018).

Sambari menambahkan, jika di lapangan ada gejala yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan kaidah umum, segera laporkan kepada aparat terdekat. Di desa selain Kepala Desa dan perangkatnya juga ada Babinsa dan Babinkamtibmas.

"Saya juga mengingatkan kepada para orang tua untuk memperhatikan anak-anaknya lebih seksama terutama kegiatan anak dalam media sosial dan pergaulan. Jangan sampai anak-anak kita ikut-ikutan mengunggah hal-hal yang dapat meresahkan masyarakat," tambahnya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Dandim 0817 Letkol Kav Widodo Pujianto Gresik berharap agar masyarakat tidak takut secara berlebihan. Tapi menurut mereka lebih mengedepankan kewaspadaan.

"Lebih sering ngobrol dan bersilaturahmi dengan tetangga agar lebih tahu satu persatu para tetangga disekitarnya. Untuk para ketua RT dan RW agar mendata tamu serta mewajibkan lapor satu kali 24 jam. Meminta data identitas bagi warga, baik warga kost, kontrak maupun tamu warga," tutur Wahyu.

Terkait terorisme, Ketua MUI Gresik KH. Mansyur Shodiq juga menyatakan tentang Istima’ para ulama di Pondok Gontor pada 2003 yang melahirkan Fatwa MUI 3 tahun 2004 yang menyatakan bahwa terorisme perbuatan haram. "Radikalisme dan terorisme ajarannya tidak sesuai dengan agama islam," tandasnya. [dny/suf]

Tag : teroris

Komentar

?>