Kamis, 24 Mei 2018

KPU Pamekasan Belum Miliki Lembaga Pemantau Independen Pilkada 2018

Senin, 14 Mei 2018 11:46:01 WIB
Reporter : Samsul Arifin
KPU Pamekasan Belum Miliki Lembaga Pemantau Independen Pilkada 2018

Pamekasan (beritajatim.com) - Ketua KPU Pamekasan Mohammad Hamzah menyampaikan hingga saat ini belum memiliki lembaga pemantau independen untuk pelaksanaan pilkada serentak yang akan digelar Rabu (27/6/2018) mendatang. 

 

Hal itu berdasar Peraturan KPU Nomor 1 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa pendaftaran pemantau independen pilkada serentak 2018 dibuka sejak 12 Oktober 2017 hingga 11 Juni 2018 mendatang. "Hingga awal Mei (2018) ini, kami belum menerima satupun pendaftar kembaga independen pekaksanaan pilkada serentak," kata Mohammad Hamzah. 

 

"Kalaupun seandainya nanti ada yang menyetor (mendaftar), maka nantinya akan kami lakukan verifikasi terlebih dahulu berdasar regulasi dan ketentuan yang sudah ditetapkan dalam Peraturan KPU Pusat," sambung pria yang akrab disapa Hamzah. 

 

Dari berbagai persyaratan yang harus dimiliki oleh lembaga independen, di antaranya harus mendapatkan akreditasi dari KPU dengan menyertakan identitas termasuk sumber dana lembaga, serta harus berbadan hukum. "Kalau persyaratan ini tidak dipenuhi, maka tidak bisa menjadi pemantau independen," jelasnya. 

 

Khusus untuk pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, terdapat sebanyak dua pasangan calon akan bersaing untuk memperebutkan jabatan sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan periode 2018-2023.

 

Kedua pasangan tersebut masing-masing pasangan Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur), serta pasangan KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah). Kedua paslon tersebut didukung sebanyak delapan partai politik (parpol) berbeda, masing-masing paslon didukung empat parpol. 

 

Empat parpol pengusng dan pendukung Berbaur meliputi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementara empat parpol pendukung Kholifah meliputi Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasional Demokrat (NasDem) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

 

Sedangkan untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Provinsi Jawa Timur (Pilgub Jatim), terdapat dua pasangan calon yang akan bersaing. Masing-masing pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Listanto Dardak, serta pasangan Saifullah Yusuf dan Puti Soekarnoputri. [pin/but] 

Komentar

?>