Rabu, 17 Oktober 2018

Perkuat Wawasan Kebangsaan, PKPT IPNU dan IPPNU Gelar Silatnas

Minggu, 13 Mei 2018 19:42:16 WIB
Reporter : Rahardi Soekarno J.
Perkuat Wawasan Kebangsaan, PKPT IPNU dan IPPNU Gelar Silatnas

Surabaya (beritajatim.com) - Ratusan Kader Pimpinan IPNU dan IPPNU berkumpul di Kota Malang guna mengikuti Silaturahmi Nasional Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (Silatnas PKPT) ke-6 Se-Nusantara. Acara yang mengambil tema Rekonstruksi Strategi Kaderisasi Untuk Menyongsong PKPT IPNU-IPPNU Go Internasional itu digelar di Hall Ibnu Sina Universitas Islam Malang, Jumat-Minggu (11-13/5/2018).

"Acara Silatnas ini padat dan berlangsung sukses. Ada stadium general yang menghadirkan keynote speaker, FGD (Fokus Group Discussion), sarasehan serta sidang komisi untuk membuat sejumlah rekomendasi penting," kata Ketua Panitia Silatnas ke-6 PKPT IPNU-IPPNU Se-Nusantara, Achmad Faisal Muzakki di sela acara penutupan.

Menurutnya, IPNU dan IPPNU sangat konsen terkait penguatan wawasan kebangsaan guna selalu mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam ranah kebudayaan Indonesia yang cinta damai. Materi Wawasan Nusantara dan Kebangsaan yang merupakan inti dari materi motivasi organisasi yang dibawakan Ustad Fattah (Dewan Pakar Bank Muamalat Se-Indonesia) sangat mengena sekali.

"IPNU dan IPPNU akan jadi garda terdepan dalam menangkal radikalisme dan dalam hal ini kami mengecam aksi pemboman 3 gereja yang terjadi di Surabaya Minggu pagi tadi," tegasnya.

Disisi lain, Ustad Fattah Hidayat menyampaikan bahwa sebagai organisasi kader yang berada di bawah naungan Nahdatul Ulama, mesti mengambil peran besar dalam kontek kebangsaan dan keumatan. IPNU dan IPPNU harus mengedepankan motivasi organisasinya pada sandaran dua hal yaitu wawasan nusantara dan wawasan kebangsaan.

"Kedua dimensi sudut pandang itu (nusantara dan kebangsaan) menjadi urgen dipahami di era kekinian agar IPNU dan IPPNU tetap bisa berkiprah tanpa kehilanngan jatidirinya sebagai seorang muslim dan orang Indonesia yang cinta damai," katanya.

Wawasan Nusantara dan kebangsaan, lanjut Ketua Jurusan Psikologi Universitas Negeri Malang ini, mesti diperkuat sehingga berdampak besar pada persatuan dan kesatuan bangsa. Wujud itu akan mengejawantahkan pada enam dimensi yaitu penghargaan atas harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa, tekad bersama dalam berbangsa yang bebas, merdeka dan bersatu.

Pada sisi lain, hal itu juga berdimensi cinta tanah air dan bangsa, berdemokrasi yang berkedaulatan rakyat, kesetiakawanan sosial serta bertujuan untuk masyarakat yang adil dan makmur. "Pada kontek itu dibutuhkan wadah komunikasi bagi kader NU dalam menghadapi problem kebangsaan," tuturnya.

Pada kesempatan sama, Ketua Forum Santri Nasional (Forsana), KH Thoriq Darwis Bin Ziyad menyatakan dirinya dan lembaganya sangat mengapresi eksistensi kesejarahan dan kiprah IPNU dan IPPNU. "Sesungguhnya Forsana adalah sebuah keniscayaan sebagai wadah komunikasi dan informasi bagi kader-kader NU dan pemuda yang taat akan NKRI," pungkas Gus Thoriq, sapaan akrabnya. (tok/kun)

Tag : nu

Komentar

?>