Senin, 24 September 2018

Non ASN di Pemkab Bojonegoro Banyak yang Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Selasa, 08 Mei 2018 14:50:44 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Non ASN di Pemkab Bojonegoro Banyak yang Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan

Bojonegoro (beritajarim.com) - Pegawai di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro yang non Aparatur Sipil Negara (non-ASN) masih banyak yang belum terdaftar sebagai peserta di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Data yang tercatat pegawai non-ASN di lingkup Pemkab ada sebanyak kurang lebih 6.000 tenaga kerja.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan, Budi Santoso mengatakan, secara bertahap pegawai non-ASN tersebut akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan hanya di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran. "DLH baru beberapa waktu terakhir mendaftarkan sebanyak 260  tukang sapu sebagai anggota peserta BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya, Selasa (8/5/2018).

Budi Santoso berharap, semua dinas nantinya akan mendaftarkan pegawai non-ASN. Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang melakukan pendekatan dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk mendaftarkan guru yang masih honorer sebagai peserta. Jaminan sosial bagi tenaga kerja ini menjadi kewajiban bagi pemberi kerja untuk memberikan kenyamanan dalam bekerja. "Semua tenaga kerja baik formal dan non formal wajib terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan," ungkapnya.

Selain menarget pegawai non-ASN, pihaknya juga sedang melakukan pendekatan kepada pemerintah desa untuk mendaftarkan perangkat desa. Pada tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan menarget 600 perangkat desa agar terdaftar. Namun baru sekitar 150 perangkat desa yang terdaftar. Perangkat desa yang sudah menjadi peserta itu sifatnya masih membayar iuran sendiri yang dilakukan kolektif oleh desa. "Kedepan saya berharap untuk jaminan sosial bagi perangkat desa ini dimasukkan kedalam APBD," harapnya.

Data di BPJS Ketenagakerjaan, di Kabupaten Bojonegoro ada sebanyak 1.503 pemberi kerja dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 40.252 tenaga kerja. Dari jumlah itu, yang terdaftar sebagai peserta, hingga April 2018 Prosentasenya baru 10 persen. "Perhari rata-rata ada 20 orang yang mendaftar pribadi, bekerja dibidang usaha mikro," pungkasnya. [lus/kun]

Komentar

?>