Senin, 16 Juli 2018

Tukang Sapu di Pemkab Bojonegoro Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 07 Mei 2018 17:53:00 WIB
Reporter : Tulus Adarrma
Tukang Sapu di Pemkab Bojonegoro Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Bojonegoro (beritajatim.com) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro menjalin kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-Tk). Sebanyak 206 petugas kebersihan alias tukang sapu yang berstatus sebagai tenaga harian lepas itu mulai terdaftar sebagai peserta jaminan sosial.

Kepala DLH Bojonegoro Nurul Azizah menjelaskan, didaftarkannya ratusan petugas kebersihan sebagai peserta BPJS-Tk bukan tanpa alasan. Satu bulan lalu terjadi kecelakaan yang menewaskan petugas kebersihan. Korban tertabrak kereta ketika sedang bekerja. Atas kejadian itu keluarga korban yang ditinggalkan hanya mendapat santunan dari iuran pekerja lain.

"Selama ini mereka tidak memiliki jaminan sosial. Kami berpikir setelah melihat kondisi mereka di lapangan dan merujuk peristiwa malang bulan lalu, kami berinisiatif mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan," kata Nurul Azizah, Senin (7/5/2018).

Dengan terdaftar sebagai peserta BPJS-Tk, petugas kebersihan berhak mendapatkan jaminan sosial, berupa jaminan kematian dan mendapat santunan ketika terjadi kecelakaan kerja. Jika meninggal dunia kerena kecelakaan kerja, peserta mendapat santunan 48 x gaji sesuai UMK Bojonegoro. Sedangkan bagi yang meninggal tanpa kecelakaan saat jam kerja, mereka mendapatkan Rp 24 juta.

Ini merupakan upaya DLH Bojonegoro untuk memberikan kenyamanan dan menimbulkan suatu hubungan yang humanis dengan para petugas kebersihan. "Mereka telah mengumpulkan KTP untuk didaftarkan. Nanti juga bertahap untuk petugas yang lain. Untuk semua ansuran per bulan, kami sediakan," jelas Nurul.

Terpisah, Kepala BPJS-Tk Cabang Bojonegoro Budi Santoso menyampaikan, perlindungan atau jaminan sosial sangat penting bagi petugas kebersihan. Khususnya yang berstatus sebagai tenaga harian lepas. Sebab hanya dengan membayar iuran Rp 10 ribu per bulan, peserta sudah mendapat jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.

"Apabila peserta BPJS Ketenagakerjaan mengalami kecelakaan kerja, akan mendapatkan perawatan sampai sembuh dan tanpa mengeluarkan biaya apapun di rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan," tutupnya. [lus/but]

Komentar

?>