Kamis, 18 Oktober 2018

MPR Datang ke Pesantren Al Islah Dlopo Kediri, Sosialisasi 4 Pilar

Rabu, 25 April 2018 16:38:47 WIB
Reporter : Nanang Masyhari
MPR Datang ke Pesantren Al Islah Dlopo Kediri, Sosialisasi 4 Pilar

Kediri (beritajatim.com) - Ratusan santri dan warga NU di Ponpes Al Islah Desa Dlopo, Kecamatan Ngasem Kediri ikuti sosialisasi pentingnya memahami dan menjalankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UU 1945.

Sosialisasi ini diberikan oleh anggota MPR RI KH An’im Falahuddin Mahrus. Gus An'm panggilan akrab KH An'im Falahuddin Mahrus yang juga pengasuh Ponpes Lirboyo ini menganggap sosialisasi amatlah penting, agar tidak terjadi tindakan radikal di kalangan umat Islam.

“Sosialisasi empat pilar merupakan tugas MPR sekaligus anggota DPR. Mensosialisasikan empat pilar di tengah-tengah masyarakat, agar pemahaman masyarakat terhadap empat pilar ini  betul-betul dihayati dan bisa dilaksanakan,” kata Gus An’im, Rabu (25/4/2018).

Masih menurut anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI ini, empat pilar lebih mudahnya disingkat PBNU. Yakni Pancasila dalam hal ini dasar negara menjadi kesepakatan founding father, pendiri negara kesatuan Republik Indoesia.

Kedua, Bhineka Tunggal Ika yang semua mengakui di Indonesia bahwa bermacam-macam suku dan bahasa tetapi tetap menjadi satu. NKRI sering didengungkan NKRI Harga Mati, ini menjadi harga mati yang harus dipegang.

Dan UUD 1945, pilar keempat yang harus dijaga dengan baik, terutama dijaga oleh pengambil kebijaksanaan, di DPR, MPR maupun lembaga lain yang  berwenang menjaga ini.

“Jangan sampai ada amandemen-amandemen yang justru  akan merugikan NKRI dan menguntungkan pihak asing,” tandasnya dihadapan para santri KH Abdul Syukur, pengasuh pondok ini.

Saat ini ada sebagian mereka yang ini mendirikan negara Islam di Negara Indonesia.

“Saya kira isu ini sejak dulu sejak KH Ali Mahrus (salah satu pendiri Ponpes Lirboyo, red) ketika saya masih kecil, sekitar tahun 1980-an saya masih dengan kode komando jihad. Mereka mengajak-ajak mendirikan Negara Islam," katanya.

Masih kata Gus An'im, kiai Mahrus yang ia ingat dalam pidatonya, mendirikan negara  yang sudah ada pemerintahannya hukumnya haram. Indonesia sudah ada pemerintahannya, kalau mendirikan negara lagi silahkan keluar dari Indonesia dan di suatu tempat yang belum ada pemerintah dan negarannya,” tandasnya.

Sosialisasi empat pilar ini dilakukan, terutama di kalangan santri dan warga NU kata Gus An'im sangatlah penting.

“Kalau yang yang berbicara petinggi negara untuk mensosialisasikan empat pilar , ini berarti negara mengalami ancaman. Ada sebagaian yang mengatakan ini negara Indonesia ini adalah negara thogut , ini tidak masuk akal. Kita kuatir mereka yang teriak-teriak tersebut adalah pesanan negera lain yang tidak ingin Indonesia aman dan rukun,” tutupnya.

Dalam acara sosialisasi tersebut Anggota MPR RI KH An'im Falahuddin  Mahrus juga meresmikan posko Relawan Cak Imin Untuk Indonesia (CINTA). Posko Cinta dibuat tim relawan Cak Imin untuk menyukseskan langkah Cak Imin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. [nng/but]

Tag : pancasila

Komentar

?>