Rabu, 18 Juli 2018

Larang Mantan Napi Korupsi Nyaleg, KPU Harus Didukung

Selasa, 17 April 2018 10:02:23 WIB
Reporter : Hendra Brata
Larang Mantan Napi Korupsi Nyaleg, KPU Harus Didukung

Jakarta (beritajatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan agar mantan narapidana korupsi dilarang menjadi bakal calon anggota legislatif. Publik dinilai harus mendukung usulan KPU sebagai langkah progresif tersebut.

Anggota Koalisi Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih Donal Fariz meminta KPU konsisten pada usulan yang dapat mendorong perbaikan kualitas pemilu dari sisi peserta dan perbaikan legislatif yang selama ini tercoreng akibat banyaknya anggota yang terlibat kasus korupsi. "Tidak hanya itu, legislatif bahkan juga diisi oleh orang yang pernah dan bahkan tengah terlibat kasus korupsi, baik tersangka, terdakwa, maupun terpidana," kata Donal, kemarin.

Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW) ini juga mengatakan, koalisi juga menyampaikan dukungan publik kepada KPU yang ditunjukkan dengan penandatanganan petisi change.org/koruptorkoknyaleg. Petisi yang baru tiga hari diinisiasi ini telah ditandatangani oleh lebih dari 22.000 orang.

"Jumlah yang tidak sedikit ini menunjukkan publik mempunyai semangat yang sama dan berharap KPU konsisten dengan usulan tersebut," kata Donal.

Dia memaparkan alasan usulan KPU perlu didukung. Pertama, untuk mendorong partai politik mengedepankan rekam jejak integritas, yaitu tidak pernah terlibat dalam kasus korupsi, dalam menyalonkan bakal calon anggota legislatif. Kemudian memberikan ruang kepada kader partai politik yang mempunyai integritas untuk dicalonkan oleh partai politiknya.

"Larangan ini juga memberikan pilihan calon anggota legislatif yang lebih baik kepada masyarakat atau pemilih dari sisi keterlibatan dalam kasus korupsi," katanya.

Donal menambahkan, alasan lainnya agar mencegah anggota DPR/D aktif untuk tidak melakukan korupsi dikarenakan ancaman sanksi tidak dapat kembali mengikuti pemilu legislatif, selain sanksi pidana dan denda.

"Larangan napi korupsi nyaleg juga untuk mendorong perbaikan citra DPR/D yang selama ini dinilai korup oleh publik akibat banyaknya anggota yang terlibat kasus korupsi," tegas Donal. [hen/suf]

Tag : pemilu

Komentar

?>