Rabu, 18 Juli 2018

Pemkab Lumajang Ajak PNS Perangi Politik Uang

Senin, 16 April 2018 18:13:35 WIB
Reporter : Harry Purwanto
Pemkab Lumajang Ajak PNS Perangi Politik Uang

Lumajang (beritajatim.com) - Pemerintah Kabupaten Lumajang terus menyosialisasikan tahapan Pemilihan Kepala Daerag dan bahaya politik uang Acara sosialisasi digelar di aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Senin (16/04/2018). 

Sosialisasi itu juga didukung Polres Lumajang agar dalam pemilihan kepala daerah mendapatkan hasil  yang baik, amanah dan berkualitas. 

Plt Kabag. Administrasi Pemerintahan Setda, Patria Dwi Hastiadi, mengungkapkan  bahwa tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk menyebarluaskan informasi tentang penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang kepada kalangan aparatur pemerintah desa se - Kabupaten Lumajang demi masa depan Lumajang yang lebih mulia. 

Sosialisasi ini diharapkan dapat mengajak masyarakat anti politik uang. "Kita harus cermat sebelum menentukan pilihan, harus bisa memilih calon pemimpin yang paling baik dan amanah sesuai dengan hati nurani, jangan sampai ada politik uang di masyarakat," ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lumajang Agus Wicaksono  mengapresiasi atas terselenggaranya sosialisasi pilkada ini. 

Berbicara money politik di Jawa Timur praktek tersebut masih cukup tinggi dengan kondisi tersebut dinilai dapat mengakibatkan pemilih calaon pemimpin menjadi tidak obyektif."Diharapkan kepada masyarakat harus mengetahui dan terlibat langsung pilkada dan jangan sampai ada masyarakat yang tidak mempunyai pilihan alias golput dan terkena money politik," terangnya. 

Para PNS Pemkab diminta tidak ikut menjelek - jelekan paslon yang ada, karena semua paslon merupakan para kader - kader terbaik yang ada di Lumajang. 

Untuk itu, masyarakat diajak agar obyektif dalam memilih paslon tanpa adanya politik uang agar terwujud pilkada yang berkualitas.

Kabag. Ops Polres Lumajang, Kompol Eko Hari Suprapto yang juga sebagai narasumber  menjelaskan dalam pilkada harus jujur, bersih dan adil. 

Dari pihak kepolisian nanti akan menindak lanjuti dengan tegas bila terjadi jual beli suara dalam pilkada. "Untuk itu, kita jangan mudah terprofokasi / terpengaruh dengan berita baik di medsos maupun lisan, dimana berita tersebut bisa mencemarkan nama baik paslon yang belum tentu akan kebenarannya," ungkapnya. 

Kegiatan Sosialisasi Pilkada dan perang terhadap money politik akan dilaksanakan secara berurutan di 5 (lima) Kecamatan, yaitu, Kecamatan Lumajang, Sukodono, Randuagung, Pasirian dan Yosowilangun, yang dilaksanakan secara berturut - turut pada tanggal 16, 19, 23, 24 dan 25 April 2018.

Peserta sosialisasi kali ini terdiri dari Aparatur Pemerintah Desa/RT/RW/BPD (Badan Permusyawaratan Desa) dan tokoh masyarakat desa yang berada di wilayah Kecamatan Lumajang, Sumbersuko, Kedungjajang dan Tempeh. (har/ted) 

Komentar

?>