Senin, 24 September 2018

Destinasi Wisata Kereta Gantung, Ini Permintaan DPRD Surabaya

Senin, 16 April 2018 16:54:23 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Destinasi Wisata Kereta Gantung, Ini Permintaan DPRD Surabaya
Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah,

Surabaya (beritajatim.com) - Proyek kereta gantung yang melintasi Jembatan Suramadu gagasan Pemkot Surabaya mendapatkan apresiasi banyak pihak. 

Diharapkan, wahana yang dibangun pihak swasta dengan sistem BOT (Build Operated Transfer) itu bisa menjadi destinasi wisata baru di Kota Pahlawan.

Meskipun demikian, pihak DPRD Kota Surabaya mengimbau agar Pemkot Surabaya melakukan beberapa hal terlebih dahulu untuk menunjang proyek itu.

Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, mengatakan bahwa beberapa sarana penunjang di wilayah itu saat ini masih bisa dikatakan belum optimal. "Kalau yang saya lihat, karena rumah saya berada di sekitar area itu, ini kalau misalkan jalan saja belum begitu optimal. Itu perlu untuk diperhatikan oleh Pemkot Surabaya," jelas Khusnul ketika ditemui, Senin (16/4/2018).

"Meskipun demikian, proyek kereta gantung ini sangat bagus ya. Sebagai kota yang kurang begitu memiliki destinasi wisata alami, kereta gantung ini bisa dijadikan salah satu tujuan pariwisata untuk menambah pendapatan Kota Surabaya dan mensejahterakan masyarakat," tambahnya.

Lebih lanjut, politisi asal PDIP itu juga meminta agar pemerintahan jajaran Wali Kota Tri Rismaharini untuk memperkuat sektor UMKM di wilayah sekitar proyek kereta gantung. 

"Ini tentu saja agar yang jadi tujuan wisata bukan hanya kereta gantungnya. Masyarakat juga bisa merasakan keuntungan langsung dari adanya destinasi wisata baru," katanya.

"UMKM yang bagaimana? Itu kan pesisir pantai. Produk-produk olahan laut bisa jadi jawaban. Saat ini pun produk itu sudah jadi icon disana juga," beber Khusnul.

Selain itu, politisi asal Dapil II ini juga meminta agar Pemkot Surabaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait proyek kereta gantung dengan lebih gencar dan menyeluruh.

"Karena jangan sampai ketika proyek itu berjalan. Investor sudah mulai pembangunan. Lalu masyarakat protes karena merasa belum mendapatkan sosialisasi sebelumnya," pungkas Khusnul.[ifw/ted]

Komentar

?>