Selasa, 24 April 2018

Ini Tanggapan Kemenag Jember Soal Buku '57 Khutbah Jumat' yang Terindikasi Syiah

Rabu, 28 Maret 2018 22:21:50 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ini Tanggapan Kemenag Jember Soal Buku '57 Khutbah Jumat' yang Terindikasi Syiah

Jember (beritajatim.com) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jember, Jawa Timur, Fahrurrozi meminta agar berhati-hati dalam menanggapi buku '57 Khutbah Jumat' yang dinyatakan terindikasi Syiah oleh Majelis Ulama Islam setempat.

"Dalam konteks buku ini sebagai sebuah bacaan, it's okay. Tapi tentu kita harus berhati-hati," kata Fahrurrozi, dalam jumpa pers bersama di kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) untuk menjelaskan masalah buku '57 Khutbah Jumat' yang terindikasi menyebarkan ajaran Syiah, Rabu (28/3/2018).

Buku berjudul lengkap '57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa' ini diterbitkan Islam Integral yang dipimpin Ali Assegaf. Buku ini mendapatkan kata pengantar dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif.

Dalam sinopsis di sampul belakang buku tertulis: ide pembuatan buku ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya kajian agama tanpa menyertakan wacana bangsa, wacana Pancasila di dalamnya, begitu pun sebaliknya.

Ali Assegaf sempat mengundang Yudi dan meluncurkan buku itu di Markas Komando Daerah Militer 0824 Jember dalam acara Sarasehan Merekatkan Bangsa Memperkokoh NKRI, Senin (12/3/2018) lalu. Ali meminta bantuan TNI untuk mendistribusikan buku tersebut kepada 2.018 takmir masjid di Jember.

Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar mengatakan, MUI butuh waktu tiga hari untuk mengkaji buku itu. Hasilnya, memang ada indikasi buku tersebut lebih condong mengajarkan paham Syiah.

Fahrurrozi sepakat berkomunikasi dengan Kepolisian Resor Jember dan Komando Distrik Militer 0824 untuk menentukan sikap selanjutnya. "Tapi saya berharap masyarakat jangan khawatir. Kami akan terus memantau, terus mengawasi agar nantinya tidak berpotensi menjadikan kondisi yang lebih kacau lagi," katanya.

"Jika suatu saat ada pihak-pihak yang keberatan dengan beredarnya buku, kami akan berkoordinasi lebih lanjut," tambah Fahrurrozi.

Ali Assegaf sendiri kepada beritajatim.com pernah membantah tudingan dugaan Syiah. "Saya justru menerbitkan buku ini dengan niat baik. Saya ingin negeri ini melawan kelompok intoleran, dan buku ini isinya untuk melawan intoleransi," katanya. [wir/suf] 

Tag : buku khutbah

Komentar

?>