Selasa, 24 April 2018

Pemimpin Islam Integral Ali Assegaf Kritik MUI Jember

Rabu, 28 Maret 2018 21:05:51 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Pemimpin Islam Integral Ali Assegaf Kritik MUI Jember

Jember (beritajatim.com) - Pemimpin lembaga Islam Integral Ali Assegaf mempertanyakan langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memutuskan buku '57 Khutbah Jumat' sebagai buku yang terindikasi menyebarkan paham Syiah.

"Saya tidak pernah sama sekali diundang MUI Jember untuk dimintai klarifikasi atau tabayyun," kata Ali kepada Beritajatim.com, via sambungan ponsel, Rabu (28/3/2018).

Ali menyatakan siap jika buku itu dikritisi secara sehat. Dia sendiri menegaskan, buku tersebut dibuat dengan itikad baik. Buku tersebut berjudul lengkap '57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa', dan mendapatkan kata pengantar dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif.

Dalam sinopsis di sampul belakang buku tertulis: ide pembuatan buku ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya kajian agama tanpa menyertakan wacana bangsa, wacana Pancasila di dalamnya, begitu pun sebaliknya.

Ali sempat mengundang Yudi dan meluncurkan buku itu di Markas Komando Daerah Militer 0824 Jember dalam acara Sarasehan Merekatkan Bangsa Memperkokoh NKRI, Senin (12/3/2018) lalu. Ali meminta bantuan TNI untuk mendistribusikan buku tersebut kepada 2.018 takmir masjid di Jember.

Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar mengatakan, MUI butuh waktu tiga hari untuk mengkaji buku itu. Hasilnya, memang ada indikasi buku tersebut lebih condong mengajarkan paham Syiah.

Mengapa penulis buku '57 Khutbah Jumat' tidak diundang untuk diajak dialog dan berdiskusi? "Lho penulisnya tidak tercantum di situ," kata Halim.

Halim mengatakan, buku itu sesungguhnya tidak layak edar, karena tidak mencantumkan nama penulisnya. "Islam Integral tidak jelas alamatnya di mana," katanya. [wir/but]

Tag : buku khutbah

Komentar

?>