Kamis, 13 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Dualisme Partai Hanura Harusnya Diselesaikan Secara Internal

Rabu, 21 Maret 2018 11:23:30 WIB
Reporter : Ibnu F Wibowo
Dualisme Partai Hanura Harusnya Diselesaikan Secara Internal

Surabaya (beritajatim.com) - Partai-partai politik di Indonesia sangat lekat dengan konflik dualisme. Terbukti, hal itu pernah dialami oleh hampir semua partai.

Terbaru, konflik terjadi di Partai Hanura. Perseturuan antara Hanura versi Ketum OSO dan Ketum Daryatmo saat ini sedang menunggu putusan PTUN.

Sosiolog politik asal Unesa Agus Mahfud Fauzi beranggapan bahwa konflik dualisme di partai-partai politik akan lebih baik apabila diselesaikan secara internal dahulu. Bukan melalui pengadilan seperti yang terjadi saat ini.

"Karena, bagaimanapun itu yang terbaik adalah dengan menyelesaikan sendiri. Apabila sudah dibawa ke ranah hukum, tentunya akan menjadi konsumsi publik. Nah itu akan bisa menjadi preseden buruk bagi partai itu sendiri," kata Agus.

Terlebih lagi, konflik di tubuh kepengurusan partai menjelang tahun politik, menurut Doktor lulusan Unair ini, dapat menjadi pisau bermata dua bagi partai politik tersebut.

"Kenapa begitu? Karena ini bergantung pada masing-masing kubu yang berseteru. Bagaimana mereka melakukan manajemen konfliknya," jelasnya

"Kalau yang dikedepankan adalah saling mencerca, maka sudah barang tentu nama baik partai akan menjadi titik kehancuran dari mereka. Bisa merusak elektabilitas dan nama baik partai. Tapi, kalau yang dikedepankan masing-masing pihak ini adalah program untuk meraih pemilih partai, tentunya akan muncul preseden baik yang membesarkan nama partai," pungkas pria yang juga konsultan politik Bangun Indonesia itu. [ifw/but]

Tag : hanura

Komentar

?>