Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Buku Khotbah Jumat Dianggap Syiah

Ini Pesan 'Islam Integral' untuk MUI Jember

Selasa, 20 Maret 2018 15:41:16 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Ini Pesan 'Islam Integral' untuk MUI Jember

Jember (beritajatim.com) - Buku '57 Khutbah Jumat' yang diterbitkan lembaga 'Islam Integral' dan mendapat kata pengantar dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif dianggap terindikasi menyebarkan paham ajaran Syiah oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember.

"Buku itu sangat berpotensi meresahkan. Banyak paham Syiah yang dikembangkan di situ. Antara kata pengantar dan isi buku tidak berkaitan sama sekali," kata Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

Menanggapi hal tersebut, Pemimpin 'Islam Integral' Ali Assegaf berharap MUI Jember membaca tema khotbah tentang kewajiban tokoh masyarakat dalam bukut tersebut. "Bagaimana Rasulullah mengajarkan kita bertetangga mempersiapkan tetangga sendiri dan tidak membiarkan kondisi masyarakat dengan kerusakannya dan kita diam. Masjid harus jadi bagian untuk menghidupkan bangsa ini," katanya.

Ali siap menerima kritikan terhadap buku itu. Namun dia melihat tuduhan terhadap bukunya bukan sekadar kritik.

Ali mengingatkan peringatan dalam agama untuk menyembah Allah dan menjauhi toghut. "Toghut itu punya sifat. Pertama, orang berilmu yang ingin orang lain bodoh agar dia kelihatan berilmu. Padahal dalam ajaran suci Islam, para nabi dengan ilmu yang puncak tidak pernah memandang orang lain bodoh," katanya.

"Toghut yang kedua adalah orang kaya yang menginginkan kelihatan hebat dan kaya, bisa dengan cara membantu orang banyak, agar terus dilihat publik bahwa dia orang kaya. Ini toghut dalam Islam. Kita ingin di negeri ini orang jadi kaya tapi tidak menjadikan orang lain miskin," kata Ali.

"Ketiga, toghut orang yang memiliki kekuasaan. Agar kekuasaannya lestari, dia melemahkan yang lain. Artinya toghut adalah orang dengan ilmu, harta, dan kekuasaan, ingin terus melemahkan orang yang lemah," kata Ali.

Buku berjudul lengkap '57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa' ini berangkat dari keprihatinan Ali Assegaf. Dalam sinopsis di sampul belakang buku tertulis: ide pembuatan buku ini bermula dari keprihatinan terhadap banyaknya kajian agama tanpa menyertakan wacana bangsa, wacana Pancasila di dalamnya, begitu pun sebaliknya.

Sebelumnya, TNI Komando Distrik Militer 0824 dimintai bantuan oleh Ali Assegaf untuk mendistribusikan buku tersebut untuk 2.018 masjid di Jember. 

Namun reporter Beritajatim.com mendadak mendapat pesan WhatsApp dari Bagian Humas Kodim 0824 yang meminta agar mengembalikan buku yang dihadiahkan Ali Assegaf untuk wartawan kepada Kodim. Belakangan terungkap, bahwa buku itu tengah dikaji oleh MUI Jember. [wir/ted]

Tag : buku khutbah

Komentar

?>