Jum'at, 14 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Soal Buku Terindikasi Syiah

MUI Jember Akan Surati Kepala BPIP Yudi Latif

Senin, 19 Maret 2018 21:34:12 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
MUI Jember Akan Surati Kepala BPIP Yudi Latif

Jember (beritajatim.com) - Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember, Jawa Timur, segera melayangkan surat kepada Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif, menyusul selesainya kajian terhadap buku  '57 Khutbah Jumat: Runut Logika Agama yang Terpadu dengan Kebangsaan dan Sentuhan Doa' yang diterbitkan lembaga Islam Integral yang dipimpin Ali Assegaf.

Surat juga akan dilayangkan kepada Pemerintah Kabupaten, Kepolisian Resor Jember, dan Komando Distrik Militer 0824. "Pak Yudi Latif adalah pembina ideologi Pancasila. Sementara buku ini memicu keresahan. (Dalam) buku ini hanya satu paham yang dikembangkan," kata Ketua MUI Jember Abdul Halim Subahar.

Paham yang dimaksudkan Halim adalah paham Syiah. Dia perlu menyurati Yudi, karena buku ini mendapat pengantar dari cendekiawan spesialis kajian Pancasila tersebut.

Semula, Halim tertarik dengan sampul buku tersebut saat diluncurkan dalam acara Sarasehan Merekatkan Bangsa Memperkokoh NKRI, di Aula Komando Distrik Militer 0824, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (12/3/2018) lalu.

"Saya melihat buku itu bagus kovernya. Seolah-olah paham kebangsaan dan keindonesiaannya tergambar bagus. Kata pengantar buku dari Pak Yudi yang integritasnya sudah diakui. Tapi saya kemudian melihat, buku itu tidak ada (identitas) penulisnya. Hanya ada penyunting. Kedua, penerbit buku itu tidak ada alamatnya. Ketiga, buku itu tidak ada ISBN (International Serial Book Number). Keempat, isinya sangat mencurigakan saya. Akhirnya dikaji dulu oleh Komisi Fatwa Hukum dan Perundang-undangan," kata Halim.

Hasilnya? "Buku itu sangat berpotensi meresahkan. Banyak paham Syiah yang dikembangkan di situ. Antara kata pengantar dan isi buku tidak berkaitan sama sekali," kata Halim.

Sebelumnya, usai Sarasehan Merekatkan Bangsa Memperkokoh NKRI, di Aula Komando Distrik Militer 0824, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (12/3/2018) lalu, Ali Assegaf mengatakan, buku itu dibuat dengan motivasi membangun.

"Saya melihat Islam melahirkan nilai-nilai Pancasila dan dalam Islam ada media salat Jumat. Kita tidak ingin salat Jumat menjadi tempat yang justru tidak mengenalkan fungsi negeri dan Pancasila. Selama ini saya lihat nilai dalam Islam dan Pancasila sering dibuat tidak sinkron," katanya. [wir/suf]   

Tag : buku khutbah

Komentar

?>