Rabu, 18 Juli 2018

Polda Jatim Selidiki Laporan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Desa di Jember

Sabtu, 17 Maret 2018 22:04:30 WIB
Reporter : Oryza A. Wirawan
Polda Jatim Selidiki Laporan Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulans Desa di Jember

Jember (beritajatim.com) - Aparat Kepolisian Daerah Jawa Timur menurunkan tim penyelidik tindak pidana korupsi untuk menyelidiki laporan masyarakat dalam pengadaan mobil ambulans desa di Kabupaten Jember.

Kepala Bidang Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan. "Ambulans desa ini kan bantuan yang diberikan pemerintah menggunakan anggaran belanja daerah," katanya.

"Namanya bantuan hibah ambulans itu harus dicek dulu: apakah perencanaannya memang dilakukan untuk penggunaan itu, ataukah memang sudah disahkan DPRD, apakah hanya keputusan bupati tanpa ada pengesahan DPRD, ataukah memang alokasinya dari hal tertentu kebijakan bupati, apakah spesifikasinya sesuai, itu masih perlu diselidiki," kata Mangera.

Kepala Dinas Kesehatan Jember Siti Nurul Qomariah mengatakan kepada wartawan, bahwa tim polda hanya mengklarifikasi. "Jadi ada pengaduan masyarakat. Tapi arah ke mananya kami belum tahu," katanya.

Pemerintah Kabupaten Jember selama 2017 sudah mengadakan 195 ambulance desa melalui katalog elektronik. Penataannya disesuaikan dengan rapat tim yang dibentuk bupati, dengan mengevaluasi sejumlah indikator yakni kejadian penyakit, kematian ibu, kemungkinan bencana di sebuah desa, serta usulan DPRD.

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten menganggarkan Rp 16,81 miliar untuk pengadaan 53 unit ambulans desa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini disampaikan Bupati Faida, dalam pidato pengantar nota keuangan dan RAPBD, di gedung DPRD Jember, Selasa (27/2/2018).

"Pengadaan ambulans desa sejumlah 53 unit terdiri dari 43 unit untuk medan datar sebesar Rp 11,61 miliar dan 10 ambulans untuk medan sulit sebesar Rp 5,2 miliar," katanya. [wir/suf]

Komentar

?>