Selasa, 11 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Temukan Beras Rastra Apek dan Kehitam-hitaman

Selasa, 13 Maret 2018 17:15:53 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Temukan Beras Rastra Apek dan Kehitam-hitaman

Pamekasan (beritajatim.com)--Salah satu legislator Pamekasan Mohammad Sahur sangat menyayangkan beredarnya sejumlah beras program Pangan Beras Sejahtera (Rastra) 2018 dengan kualitas buruk dan tidak layak konsumsi.

Hal itu dia ketahui saat melakukan inspeksi mendadak alias sidak di berbagai titik di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, beberapa waktu lalu.

Bahkan pihaknya menilai beras rastra juga sangat tidak layak konsumsi. "Kondisinya (rastra) bau apek dan kehitam-hitaman," kata Mohammad Sahur, Selasa (13/3/2018).

Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah melaporkan secara langsung kepada Menteri Sosial (Mensos) RI Idrus Marham seputar kondisi tersebut.

"Kami sudah bertemu dengan Mensos dan mendapatkan respon positif untuk segera ditindaklanjuti," ungkap Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan.

Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Sub Divre XI Madura Arif Syafruddin mengaku tidak mengetahui beredarnya beras rastra dengan kualitas buruk.

"Kualitas beras yang disalurkan tidak semuanya buruk, mungkin beras rastra dengan kualitas buruk yang beredar lepas dari pengawasan petugas Bulog," jelasnya.

"Kalau misalkan beredar dan menemukan beras rastra dengan kualitas buruk, kami minta kepada kepala desa (kades) untuk segera melaporkan kepada kami. Jadi kalau nanti ada temuan beras tidak layak, silahkan laporkan kepada kami dan nanti akan kami ganti," tegasnya.

Disinggung soal beras rastra dengan kualitas buruk dan tidak layak konsumsi, pihaknya memungkinkan hal itu akibat dua faktor berbeda.

"Karena rastra cukup lama tidak ditebus oleh para kades, ditambah dengan pihak Bulog yang tidak melakukan pengadaan beras sendiri dan banya menerima kiriman dari daerah lain hingga akhirnya menumpuk di berbagai gudang. Seperti dari Lumajang, Probolinggo dan lainnya," pungkasnya. [pin/air]

Komentar

?>