Selasa, 19 Juni 2018

Ini Tempat Terlarang Bagi Paslon Pilkada

Senin, 12 Maret 2018 18:47:15 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Ini Tempat Terlarang Bagi Paslon Pilkada

Pamekasan (beritajatim.com) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan melarang pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam pelaksanaan pilkada serentak 2018 mendatang, menggelar kampanye politik di tempat ibadah dan beberapa tempat lainnya.

Hal itu tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dimana beberapa tempat tertentu dilarang keras dipasangi berbagai atribut, alat peraga kampanye atau media kampanye.

Sedikitnya terdapat delapan tempat yang dilarang untuk dijadikan sebagai tempat kampanye, di antaranya tempat ibadah (masjid, mushalla, gereja, vihara, pure, klanteng dan lainnya), rumah sakit dan sejenisnya, gedung fasilitas pemerintah, lembaga pendidikan, jalan protokol (utama), sarana publik semisal terminal hingga jalan bebas hambatan alias tol.

"Selain tempat ibadah, tempat lain yang dilarang (dijadikan sebagai tempat kampanye) adalah lembaga pendidikan, pusat layanan kesehatan, fasilutas pemerintah dan lainnya," kata Ketua KPU Pamekasan Moh Hamzah, Senin (12/3/2018).

Tidak hanya itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa regulasi tersebut juga bersamaan dengan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 19 Tahun 2017 tentang pemasangan alat peraga kampanye. "Secara kelembagaan kami sudah menyampaikan ketentuan ini kepada para pengurus parpol pengusung masing-masing calon," ungkapnya.

Pelaksanaan kampanye pilkada di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam digelar selama lima bulan kedepan, terhitung sejak Kamis (15/2/2018) lalu hingga Sabtu (23/6/2018). Hingga akhirnya pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten digelar Rabu (27/6/2018) mendatang.

Sebanyak dua pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati bakal bertarung pada pelaksanaan pilkada serentak di Pamekasan, yakni paslon Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) serta paslon KH Kholilurrahman dan Fathor Rohman (Kholifah).

Paslon Berbaur didukung sebanyak empat parpol berbeda, meliputi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sementara paslon Kholifah didukung empat parpol lainnya, yakni Partai Demokrat (PD), Partai Golkar, Partai NasDem dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). [pin/but]

Komentar

?>