Kamis, 20 September 2018

Pilkada Pamekasan

Berbaur Paparkan Tantangan Saat Memimpin

Jum'at, 09 Maret 2018 01:41:28 WIB
Reporter : Samsul Arifin
Berbaur Paparkan Tantangan Saat Memimpin

Pamekasan (beritajatim.com) - Pasangan calon bupati dan wakil bupati Badrut Tamam dan Raja'e (Berbaur) menilai terdapat beberapa persoalan yang bakal menjadi tantangan saat kelak memimpin Pamekasan selama lima tahun kedepan, yakni mulai 2018 hingga 2023.

Setidaknya terdapat enam persoalan penting meliputi berbagai sektor yang harus segera dipecahkan, sekaligus direaliasikan dalam aplikasi dan langkah konkrit. Sebab hal itu dinilai menjadi salah satu faktor penghambat akselerasi pembangunan di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam.

Keenam persoalan tersebut meliputi ketersediaan sarpras infrastruktur (jalan, jembatan, pemukiman, perumahan, saluran air bersih dan lainnya), kemiskinan pengangguran dan penyediaan lapangan kerja, sektor pertanian kelautan dan perikanan.

Selain itu juga termasuk rendahnya indeks SDM akibat minimnya optimalisasi pendidikan dan kesehatan masyarakat, serta belum terwujudnya kinerja birokrasi secara optimal dan penguatan nilai sosial budaya dan spirit keagamaan sebagai pilar pembangunan.

"Banyak dan kompleksnya permasalahan yang dihadapi warga Pamekasan menjadi salah satu faktor penyebab pasangan Berbaur tampil dan mencalonkan diri sebagai bupati dan wakil bupati. Hal ini kami lakukan semata-mata demi memberikan harapan baru bagi rakyat Pamekasan," kata Calon Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Kamis (7/3/2018).

Dari itu dirinya bersama Raja'e komitmen membaktikan diri demi memberikan yang terbaik bagi daerah kelahiran. Apalagi keduanya juga bisa dikatakan sebagai perwakilan dari kelompok masyarakat berbeda di Pamekasan, yakni koalisi 'Laok Dheje' (Selatan Utara).

"Kami berbaur berharap untuk membawa perubahan, mengarahkan pemerintahan kabupaten Pamekasan untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Tentunya dengan cara cepat, tepat, efektif dan efisien," sambung kandidat yang akrab disapa Ra Badrut.

Tidak hanya itu, pihaknya juga komitmen membenahi sekaligus memperbaiki berbagai sektor yang selama ini menjadi persoalan. "Kedepan kami berharap Pamekasan menjadi kabupaten yang profesional, sehat, cerdas berlandaskan iman dan taqwa. Dimana pemerintah kabupaten bisa menjalankan roda mepemimpinan sesuai dengan amanah rakyat," ungkapnya.

Guna mengatasi berbagai persoalan yang akan dihadapi saat kelak terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, mereka komitmen merealisasikan visi misi dan program strategis yang sudah dirancangnya. "Visi kita jelas, membangun Pamekasan dari bawah, merata dan berkeadilan berdasarkan nilai-nilai Islam," tegasnya.

"Dari visi yang kami usung, selanjutnya kami implementasikan ke dalam empat misi berbeda. Serta diimplementasikan ke dalam 9 program aksi yang kami jadikan sebagai rancangan strategis, tentunya hal itu juga didukung dengan potensi dan pemecahan solutif. Dari itu izinkan kami mengabdi," pungkasnya.

Pada pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten yang dijadwalkan digekar serentak Rabu (27/6/2018) mendatang. Paslon berbaur pemilik nomor urut 1 didukung empat parpol berbeda, meliputi Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). [pin/suf]

Komentar

?>