Jum'at, 19 Oktober 2018

2 Cabup Pamekasan Apresiasi Program Pesantren Terpadu Lapas Kelas IIA

Sabtu, 03 Maret 2018 20:06:30 WIB
Reporter : Samsul Arifin
2 Cabup Pamekasan Apresiasi Program Pesantren Terpadu Lapas Kelas IIA

Pamekasan (beritajatim.com) - Dua calon bupati Pamekasan Badrut Tamam dan KH Kholilurrahman sama-sama mengapresiasi program Pesantren Terpadu yang digagas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA di bawah kepemimpinan Muhammad Latif Saifudin.

Sebab saat ini Lapas yang terletak di Kelurahan Juncangcang, Kecamatan Pamekasan, mengusung motto utama berupa 'Masuk (Lapas) Napi, Keluar Santri'. Hal itu sebagai bentuk komitmen menerapkan pembinaan melalui model pendidikan di pesantren.

"Kami nilai motto itu sebagai gagasan yang hebat, salah satu bentuk komitmen Kepala Lapas (Pamekasan) yang harus kita apresiasi. Sebab gagasan itu sinergi dengan jargon Pamekasan sebagai daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam," kata Badrut Tamam, Sabtu (3/3/2018).

Tidak hanya itu, motto tersebut juga hampir serupa dengan visi yang diusungnya pada momentum pesta demokrasi lima tahunan tingkat kabupaten, yakni 'Membangun Pamekasan dari Bawah, Merata dan Berkeadilan Berdasar Nilai-Nilai Islam'. "Jadi motto itu sejalan dengan visi yang kami usung," sambung kandidat yang akrab disapa Ra Badrut.

"Dalam program kami juga terdapat gagasan dalam sektor pendidikan dan pesantren, tapi khusus untuk pesantren kami komitmen menerapkan beberapa hal penting. Meliputi kemendirian, pemberdayaan, bersaing dengan tantangan zaman dan kemajuan," jelasnya,

Disinggung soal peran pemerintah daerab saat terpilih kelak, ia menyatakan untuk menerapkan program yang diusung guna menciptakan sinergitas dengan motto Pesantren Terpadu khas Lapas Pamekasan. "Kedepan tentu akan kami support agar bisa berdaya saing, baik dalam aspek knowladge maupun keterampilan," tegasnya.

Sementara KH Kholilurrahman menilai program pesantren terpadu merupakan terobosan positif, sehingga para napi memiliki kesempatan untuk menimba ilmu agama. "Dengan adanya pesantren terpadu ini para napi (narapidana) bisa memperbaiki kejiwaan dengan penanaman pengetahuan agama, sehingga tidak ada waktu terbuang sekaligus di lapas," ungkapnya.

Ia berharap agar keberadaan pesantren terpadu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin, sebab tidak menutup kemungkinan para napi belum tentu memiliki kesempatan belajar seperti di dalam lapas. "Kami sangat mendukung program ini, dan kami berharap agar pemkab betul-betul memperhatikan program ini," imbuhnya.

"Bila ditakdirkan terpilih (sebagai bupati) kami sudah mempunyai rencana untuk warga binaan, jika mereka bebas akan kami berikan uang transport. Bukan hanya itu, kami juga mempunyai rencana buat mereka untuk memberikan bantuan biaya hidup serta pelatihan keterampilan supaya mereka bisa mempunyai kepercayaan kembali bersosial bersama masyarakat," pungkasnya.

Pesantren Terpadu Al-Mubarok Lapas Kelas IIA Pamekasan diresmikan langsung oleb Wakil Bupati Pamekasan Halil, Rabu (28/2/2018) lalu. Dalam kesempatan itu tampak hadir jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), serta tiga kandidat bupati dan wakil bupati, Badrut Tamam dan Raja'e, serta KH Kholilurrahman. [pin/but]

Komentar

?>