Senin, 10 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Ketua Bawaslu: Kasus Suap Penyelenggara Pemilu Ciderai Demokrasi

Minggu, 25 Februari 2018 20:09:01 WIB
Reporter : Hendra Brata
Ketua Bawaslu: Kasus Suap Penyelenggara Pemilu Ciderai Demokrasi

Jakarta (beritajatim.com)--Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Heri Hasan Basri dan Komisioner KPU Garut Ade Sudrajat, tertangkap tangan, Sabtu (24/2/2018) oleh tim Satgas Anti Money Politics Bareskrim Mabes Polri dan Satgasda Polda Jawa Barat, serta Polres Garut.

Mereka diduga menerima suap dalam bentuk uang dan mobil terkait pencalonan kepala daerah.

Ketua Bawaslu, Abhan, menilai peristiwa ini memalukan bagi korp penyelenggara pemilu. Dia pun menganggap peristiwa tersebut menciderai proses demokrasi yang sedang berlangsung, khususnya di Kabupaten Garut.

Abhan mengaku, amat prihatin atas kasus yang menciderai proses demokrasi yang sedang berjalan. Oleh karenanya, Bawaslu mendukung langkah penegak hukum untuk memprosesnya secara tuntas.

"Terlebih, Badan Pengawas Pemilu RI sedang menggalakkan gerakan tolak money politics dan peningkatan integritas jajaran penyelengara pemilu, khususnya Panwaslu,'' ujar Abhan dalam siaran persnya, Minggu (25/2/2018).

Dia menambahkan, Bawaslu akan melakukan introspeksi diri dan terus bersemangat untuk menanamkan nilai- nilai integritas kepada jajaran pengawas pemilu. Bawaslu juga berharap publik bisa menanggapi peristiwa ini secara obyektif.

Dia juga memastikan, Bawaslu segera menindaklanjuti kasus ini dengan memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut sambil menunggu penetapan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

"Hal itu karena persoalan ini muncul atas ulah personal, bukan secara kelembagaan. Hari ini juga, Bawaslu akan mengirimkan tim ke Garut untuk melakukan supervisi terhadap Panwaslu Garut," katanya.

Abhan berpendapat, kasus ini merupakan tindak penyuapan sehingga pemberi suap harus juga ditindak secara tegas tanpa pandang bulu.

Dia kembali mengingatkan, anggota penyelenggara pemilu selalu dikelilingi banyak godaan yang menggiurkan. "Penyelenggara pemilu harus mampu menahan hasratnya. Jangan mudah tergoda dengan janji atau pemberian apapun dari pihak yang berkaitan dengan proses demokrasi," tegasnya.[hen/air]

Tag : pemilu

Komentar

?>