Rabu, 12 Desember 2018
Dibutuhkan Wartawan untuk wilayah Nganjuk Syarat: 1.Pendidikan S1 (semua jurusan) 2. Usia Maksimal 28 Tahun 3. Memiliki SIM C 4. Punya Pengalaman Jurnalistik 5. Punya Pengalaman Organisasi Kirim Lamaran dan CV ke beritajatim@gmail.com

Pilgub Jatim 2018 dan Pertarungan di Mataraman (3)

Sabtu, 24 Februari 2018 21:52:08 WIB
Reporter : Ainur Rohim
Pilgub Jatim 2018 dan Pertarungan di Mataraman (3)

Surabaya (beritajatim.com)--Pertarungan politik di kawasan Mataraman Jatim pada Pilgub 2018 diperkirakan berlangsung sengit. Di wilayah yang pengaruh kultur Jawa berskala kental inilah yang bisa menentukan siapa pemenang Pilgub Jatim 2018.

Di kawasan Mataraman Jatim itulah disebut-sebut terkonsentrasi jumlah voters besar dari kalangan masyarakat Abangan: kelompok sosial yang secara religi sebagian besar menganut agaman Islam. Namun demikian, ritual keagamaan mereka bersenyawa dengan nilai-nilai dan kebiasaan budaya lama yang berasal dari non-Islam. Kalangan ini seringkali diberi label komunitas Islam Sinkretis.

Di komunitas ini, parpol berpaham Nasional lebih banyak memperoleh empati, simpati, dan dukungan politik dibanding partai berpaham agama (Islam). Meskipun demikian, tak semua kawasan Mataraman identik dengan Islam Abangan.

Ada pula komunitas Islam Modernis yang cukup kuat dan mapan di Mataraman, yakni di sebagian wilayah Kabupaten Ponorogo. Posisi Pondok Modern Gontor Ponorogo adalah representasi kehadiran kalangan Islam Modernis di kawasan Mataraman ini.

Pondok ini, dalam sejarahnya, dikenal memiliki relasi baik dengan pimpinan Islam Modernis di era 1950-an dan 1960-an, seperti HM Natsir, Buya Hamka, Syafruddin Prawiranegara, M Roem, dan lainnya.

Di Kota/Kabupaten Kediri, kalangan Islam Tradisional (NU) juga memiliki lembaga pendidikan Islam berskala besar dan nasional: Pondok Lirboyo.

Sejumlah kiai terkenal pernah memangku pondok ini, seperti KH Machrus Ali dan KH Idris Marzuki. Kiai Machrus Ali adalah satu di antara sejumlah kiai NU, seperti KH As'ad Syamsul Arifin dan KH Masykur, yang mendesakkan aspirasi warga NU kepada KH Idham Khalid agar mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum PBNU pada awal tahun 1980-an, sebelum digelar muktamar NU di Situbondo pada 1984.

Pondok Lirboyo Kediri dan Pondok Modern Gontor Ponorogo menjadi institusi pendidikan Islam ternama di tengah lingkungan sosial dan politik voters Islam Abangan yang kuat dan kental.

Secara faktual historis, kekuatan parpol berplatform Nasional tetap kuat sejak Pemilu 1955 dan sepanjang Pemilu era Reformasi di kawasan Mataraman. PDIP dan Partai Golkar adalah kekuatan dengan basis elektoral volatility yang rendah di kawasan Mataraman.

Maksudnya, naik-turunnya basis dukungan suara elektoral kedua partai ini di kawasan Mataraman rendah dibanding partai lainnya, terutama partai berpaham Islam dan atau berkonstituen Islam.

Di era politik masa lalu, pemilih partai berpaham Nasional (PDIP) sebagai pengagum Soekarno (Bung Karno) di kawasan Mataraman sangat tinggi. Penganut paham Soekarnoisme tersebar merata di kabupaten/kota di kawasan Mataraman.

Pemilih ideologis ini tentunya makin berkurang kuantitasnya seiring usia mereka makin menua, terkecuali pemilih ideologis ini mampu menurunkan nilai-nilai ideologi politik yang dianutnya kepada anak turunnya secara paripurna.

Dalam perkembangannya, di era politik kontemporer Indonesia pascatumbangnya rezim politik Orde Baru, muncul figur lain yang di mata publik dapat dipersepksikan sebagai representasi tokoh politik nasional maupun regional dari kawasan Mataraman.

Para tokoh itu seperti SBY (Presiden RI 2004-2009 dan 2009-2014) dan Pakde Karwo (Gubernur Jatim 2009-2014 dan 2014-2019). Keduanya memiliki basis massa pendukung yang kuat dan besar di kawasan Mataraman.

Di Pilgub Jatim 2018, pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno yang diusung PDIP, PKB, Partai Gerindra, dan PKS. Di sisi lain pasangan Khofifah-Emil Dardak didukung Partai Demokrat, Golkar, PPP, Partai Hanura, Partai NasDem, dan PKPI.

Kedua pasangan ini sama-sama mempertimbangan politik kawasan Mataraman sebagai poin penting dalam perjuangan politiknya.

Puti Guntur adalah kekuatan yang diharapkan mampu menghipnotis voters Mataraman dengan melihat garis nasabnya dan tentu saja marketing politik dengan produk bersifat rasional di era politik modern. Sebagai cucu Bung Karno, Puti diestimasikan telah memiliki basis politik yang tak mudah digoyahkan di mata voters Mataraman.

Kerja politik beralas ideologis dan penganut Soekarnoisme di Mataraman diharapkan mampu memperkuat kinerja politik Puti dan Gus Ipul di Pilgub Jatim dalam perspektif konstituen Mataraman. Pemilih ideologis kemungkinan besar merapat ke pasangan ini.

Di sisi lain, Emil Dardak yang sempat 2 tahun lebih menjabat Bupati Trenggalek dipandang sebagai figur baru dari kawasan Mataraman yang bisa merepresentasikan kepentingan dan aspirasi politik kaum milenial.

Pemilih muda Mataraman yang tak terlalu ketat dan tak terikat dengan nilai-nilai ideologi lama: Nasionalis, Islam (Modernis dan Tradisional), dan Sosial Demokrasi (Sosdem), maka generasi milenial ini kualitas loyalitas politiknya tak setebal generasi sebelumnya. Sebab, mereka hidup dan bertumbuh di era pasca rezim Orde Baru, dalam iklim dan lingkungan politik yang demokratis.

Bagi generasi milenial ini, perilaku politik dalam relasinya dengan kontestasi politik lebih didasarkan pilihan rasional dibanding karena kedekatan ideologis, agama, ras, suku, bahasa, maupun dominasi ideologis.

Dalam pandangan kami di tingkat permukaan, kehadiran Puti Guntur dan Emil Dardak di mata pemilih kawasan Mataraman, dalam konteks Pilgub Jatim 2018, adalah Puti Guntur diperkirakan bakal memperoleh banyak dukungan dari pemilih ideologis bersifat ketat, yang menyandarkan pada pertimbangan politik bersifat patrimonial.

Sedang Emil Dardak besar kemungkinan menarik banyak pendukung dari pemilih milenial, dengan ikatan ideologis lebih longgar. Di mana pemilih itu perilaku politiknya menyandarkan pada kalkulasi rational choice dalam memberikan dukungan politik. Pemilih generasi milenial ini lebih bebas dan tak terikat dengan tarik-menarik kekuatan ideologi lama di Indonesia. [air/habis]

Tag : pilgub jatim

Komentar

?>